3 Alasan Dibalik Kemenangan Tipis Arsenal Atas West Ham United, No 2 Faktor Utama?

Untuk pertama kalinya sejak Agustus 2019, Arsenal telah memenangkan tiga pertandingan Liga Premier berturut-turut. Kemenangan mereka atas West Ham United memperpanjang rekor tak terkalahkan di liga dalam 8 pertandingan, dan kini hanya tiga poin di belakang Wolverhampton Wanderers yang berada di tempat kelima. atas kemenangan ini, meningkatkan peluang The Gunners untuk lolos ke Liga Champions UEFA musim depan. dalam 25 menit pertama, West Ham United unggul dengan 2 tembakan on target sementara pasukan Mikel Arteta nyaris tidak memiliki peluang melepaskan tembakan pada babak pertama. babak kedua, Arsenal meningkatkan intensitas serangan dan sebenarnya bisa unggul karena Alexandre Lacazette dilanggar keras oleh Angelo Ogbonna di kotak penalti tetapi Video Assistant Referee (VAR) mengecewakan penonton tuan rumah. pada menit 78, Alexander Lacazette mencetak gol, namun wasit meniup peluit bahwa Alexander Lacazette berada pada posisi offside namun meninjau kembali melalui VAR, bahwa gol itu sah. Berikut tiga alasan mengapa The Gunners menang tipis atas West Ham United:
Fetch
3. West Ham United terlalu boros dalam membuang peluang & Arsenal Pintar memaksimalkan peluang

West Ham United benar-benar memainkan permainan yang tangguh dan terstruktur, The Gunners merasa sulit untuk melepaskan bola walau penguasaan bola mencapai 70%. selebihnya, West Ham United tampil superior dengan melepaskan 14 tembakan dengan 6 on target berbanding tebalik dengan tembakan arsenal yang melepaskan 9 tembakan dan hanya 2 on target 1 gol. banyaknya peluang yang mengarah kegawang Arsenal, tidak mampu dikonversi jadi gol dan terlalu boros dalam membuang peluang dan Arsenal mampu memaksimalkan peluang. Saat ini, The Hammers telah kehilangan 16 pertandingan dalam 29 pertandingan dan mereka berisiko jatuh ke zona degradasi.

3 Alasan Dibalik Kemenangan Tipis Arsenal Atas West Ham United, No 2 Faktor Utama?

2. Bernd Leno Lagi-lagi Faktor Penyelamat Kekalahan Arsenal

Arsenal mulai memainkan Pablo Mari, yang menggantikan Shkodran Mustafi di lini belakang. Mari berduet dengan David Luiz. dan ditopang bek sayap lincah yakni Saka dan bek kuat Papastathopoulos, meski begitu, pertahanan Arsenal mudah dibaca tim lawan, alhasil 6 tembakan berhasil melewati hadangan bek. beruntung bagi Arsenal, Bernd Leno muncul sebagai penyelamat tim tuan rumah dan selalu menjadi faktor utama dibalik buruknya pertahanan. sang Kiper melakukan banyak penyelamatan bagus untuk menjaga timnya jauh dari kebobolan. Tanpa dia, Arsenal mungkin kebobolan beberapa gol sebelum Alexander Lacazette mencetak gol kemenangan. Pemain berusia 28 tahun ini sekarang telah mengemas tujuh clean sheet dalam 28 pertandingan Liga Premier dan dia akan terus menjadi pemain kunci dalam perjuangan Arsenal untuk menyelesaikan musim di peingkat dimana liga eropa musim depan sebagai ambisinya.

1. Alexandre Lacazette nyawa bagi Arsenal

Eddie Nketiah lebih dipilih masuk starting eleven daripada Alexander Lacazette. namun bintang muda itu gagal mengesankan dan akhirnya Mikel Arteta memasukkan mantan striker Lyon di menit ke-59. Kurang dari 20 menit setelah pergantian pemain, Mesut Ozil melakukan umpan cantik kepada Alexander Lacazette di kotak area lawan dan berhasil menceploskan bola, dan bagi Mesut Ozil ini assist kedua. dan bagi Penyerang berusia 28 tahun ini dianggap sebagai nyawa bagi Arsenal. tetapi Alexander Lacazette menyebut itu semua sebuah keberuntungan dan tidak terlepas dari kerja sama tim. disaat Pierre-Emerick Aubameyang dan Nicolas Pepe tampil kurang meyakinkan, Alexander Lacazette yang tampil bak nyawa bagi ambisi Arsenal.