Angel Di Maria, Manchester United
Angel Di Maria, Manchester United
Terkadang, beberapa hal menjadi lebih baik ketika kita mampu mengakui kesalahan dan tetap melanjutkan kehidupan dengan segala upaya. Pernyataan tersebut tampaknya berlaku bagi tim-tim di Liga Inggris yang membeli pemain dengan harga mahal, tapi dalam setahun langsung menjualnya dengan harga murah meriah karena sang pemain tidak cocok, atau bahkan tidak berguna, untuk klub. Rugi sih, tapi mau bagaimana lagi?

 

1. Davy Klaassen, Everton (- £ 11,6 juta)
Davy Klaassen, Everton
Davy Klaassen, Everton
Playmaker asal Belanda ini tiba di Everton pada bursa transfer musim panas 2017. Alih-alih menjadi pemain penting, hehadirannya justru membuat Everton terlalu banyak menimbun pemain di beberapa area. Melansir FourFourTwo, Klaassen adalah salah satu dari beberapa pemain Everton yang bisa bermain sebagai gelandang serang, tetapi dia tidak bisa membayar kepercayaan yang diberikan manajer dan bahkan sedikit banyak berperan dalam pemecatan Ronald Koeman.

 

Kemudian, Klaassen hanya tampil sebanyak tiga kali di bawah asuhan Sam Allardyce. Dalam hitungan beberapa bulan, Klaassen bertransformasi dari seorang kapten tim Ajax yang telah mencapai final Liga Eropa menjadi pemain mahal yang tidak cocok untuk Everton. Pada akhirnya, Everton hanya mampu mendapatkan kembali sekitar setengah harga Klaassen, yang dibeli dengan harga 24 juta Poundsterling, ketika menjualnya ke Werder Bremen pada Juli 2018.

 

2. Chris Sutton, Chelsea (- £ 4 juta)
Chris Sutton, Chelsea
Chris Sutton, Chelsea
Seiring dengan banyaknya pemain top milik Blackburn yang pergi setelah meraih gelar Premier League tahun 1995, Sutton justru memilih untuk tetap bertahan. Namun, Melansir Mirror, musim kelimanya di Ewood Park berakhir dengan degradasi dan dia mendapat tawaran untuk bergabung dengan Chelsea seharga 10 juta Poundsterling pada tahun 1999, yang menjadikannya sebagai rekor perekrutan Chelsea pada saat itu. Sayangnya, Sutton menjalani satu tahun yang sulit sebagai seorang targetman.

 

Sutton kesulitan untuk menjadi pemain utama Chelsea dan hanya mencetak satu gol dalam 28 pertandingan di Liga Inggris. Semakin lama manajer Gianluca Vialli bertahan, maka semakin sulit Sutton keluar dari tekanan. Pada akhir musim, Sutton tidak masuk ke dalam tim yang akan bermain di final Piala FA dan akhirnya dijual ke Celtic dengan harga 6 juta Poundsterling. Jimmy Floyd Hasselbaink menggantikannya dengan membawa pengaruh besar bagi Chelsea.

 

3. Angel Di Maria, Manchester United (- £ 15 juta)
Angel Di Maria, Manchester United
Angel Di Maria, Manchester United
Tidak ada keraguan pada kualitas permainan seorang Angel Di Maria. Namun, di luar penampilan pertamanya yang menjanjikan untuk Manchester United, Di Maria gagal tampil konsisten dan kesulitan mengikuti gaya permainan Liga Inggris. Melansir Daily Mail, meskipun bergabung dari Real Madrid dengan status peraih gelar Liga Champions dan mencapai final Piala Dunia 2014 bersama Argentina, Di Maria gagal memenuhi standar tinggi permainannya.

 

Dengan nilai kontrak yang mencapai 59,7 juta Poundsterling, Di Maria menjadi pemain termahal yang pernah didatangkan oleh klub Inggris pada saat itu. Di Maria pindah ke PSG setelah melakoni 32 pertandingan dan hanya mencetak empat gol untuk Man United di bawah asuhan Louis van Gaal. Sayangnya, Manchester United terpaksa ‘kehilangan’ 15 juta Poundsterling untuk menjual Di Maria ke PSG pada tahun 2015. Sejauh ini, Di Maria tampil jauh lebih baik di Prancis karena berhasil membantu PSG mendominasi kompetisi domestik secara konsisten.

 

4. Robbie Keane, Liverpool (- £ 7.3 juta)
Robbie Keane, Liverpool
Robbie Keane, Liverpool
Rafael Benitez sangat ingin memasangkan Keane dengan Fernando Torres pada tahun 2008. Melansir Goal, Benitez berharap bahwa pergerakan cerdas dan penyelesaian akhir yang tajam dari keduanya dapat membantu Liverpool untuk meraih gelar. Ini jelas sebuah pemikiran yang bagus, tetapi praktiknya menemui kegagalan. Kedua striker tak pernah padu dan Keane hanya mencetak lima gol dalam 19 pertandingan untuk Liverpool di Premier League.

 

Ketika Keane dan Torres semakin tidak cocok, Benitez langsung berupaya untuk memotong kerugian. Tottenham pun menjadi pihak yang diuntungkan karena bisa mendapatkan Keane kembali dengan harga yang jauh lebih murah dari biaya yang baru saja mereka terima dari penjualan sang striker. Keane dijual ke Liverpool dengan harga 19,3 juta Poundsterling, tapi Spurs dengan senang hati membeli Keane kembali dengan nilai 12 juta Poundsterling pada Januari 2009.

 

5. Nolito, Manchester City (- £ 5.9 juta)
Nolito, Manchester City
Nolito, Manchester City
Pada 2016, pemain sayap Spanyol itu menolak kesempatan untuk kembali ke Barcelona demi melakukan reuni dengan Pep Guardiola, manajer yang memberinya debut La Liga. Melansir FourFourTwo, biaya 13,8 juta Poundsterling disepakati oleh Man City setelah Nolito menjalani masa produktif dengan Celta Vigo. Nolito bahkan menandatangani kontrak berdurasi empat tahun dengan Man City, tak lama setelah bermain dan mencetak gol di Euro 2016.

 

Nolito mengawali musim dengan baik. Dia mencetak dua gol melawan Stoke dalam pertandingan keduanya di Liga Inggris, tetapi situasinya berubah ketika Guardiola bereksperimen dengan sistem yang berbeda. Nolito tampil di susunan utama Manchester City untuk terakhir kalinya pada Februari 2017, sebelum kembali ke Spanyol untuk bergabung dengan Sevilla dalam kontrak seharga 7,9 juta Poundsterling. Nolito pun mengkritik Guardiola dan menyalahkan cuaca Inggris ketika ia memutuskan hengkang dari Premier League.

 

6. Rolando Bianchi, Manchester City (- £ 4,8 juta)
Rolando Bianchi, Manchester City
Rolando Bianchi, Manchester City
Dengan beberapa pengecualian, seperti yang terjadi pada karier apik Gianfranco Zola dan Paolo Di Canio, para pemain Italia tampaknya belum bernasib terlalu baik di Liga Inggris. Beberapa pemain datang dengan biaya besar dan terbukti menjadi kekecewaan besar. Salah satunya adalah Rolando Bianchi, yang masuk dalam daftar pemain mengecewakan seperti Alberto Aquilani, Emanuele Giaccherini, Corrado Grabbi, dan Dani Osvaldo.

 

Bianchi ‘menghilang’ setelah satu musim membela Manchester City. Didatangkan dari Torino dengan nilai 8,8 juta Poundsterling pada Juli 2007, sang striker bermain secara konsisten pada awalnya di bawah asuhan Sven-Goran Eriksson. Namun, Melansir The Guardian, Bianchi hanya mencetak empat gol dalam 19 pertandingan. Setelah mengkritik makanan di Inggris, budaya minum, dan wasit, Bianchi kembali ke Italia. Dia sempat dipinjamkan ke Lazio pada pertengahan musim 2007-2008 dan kemudian secara permanen pindah ke Torino dengan harga sekitar 4 juta Poundsterling.