8 Pemain Ini Flop Setelah Pindah ke Premier League
8 Pemain Ini Flop Setelah Pindah ke Premier League

Banyak dari pemain sepak bola yang dianggap flop setelah kepindahan mereka ke liga papan atas Inggris. Mereka gagal bersinar dan tak sedikit yang hanya mampu bertahan selama semusim.

Premier League memang menawarkan banyak hal bagi para pemain sepak bola. Kompetisi paling tinggi di Negara Inggris tersebut layaknya dua sisi mata uang, sisi satunya merupakan tempat bagi para bintang sepakbola. Sedangkan sisi lainnya adalah kuburan untuk karir pesepakbola yang tidak siap.

Berikut adalah 8 pemain yang dimaksud:

Angel Di Maria

Angel Di Maria
Angel Di Maria

Di Maria mengalami masa-masa sulit di Manchester United karena hubungannya yang tidak baik dengan sang pelatih di tahun 2014. Dirinya menyebutkan apabila Louis Van Gaal merupakan pelatih terburuk dalam kariernya.

Semusim bersama MU, Di Maria hanya menyumbangkan 4 gol dan 12 assist dari 33 penampilan.

Afonso Alves

Afonso Alves
Afonso Alves

Berhasil mencetak 45 gol dalam 39 kali penampilannya bersama klub Belanda SC Heerenveen tidak lantas membuatnya menjadi pemain hebat di Liga Inggris.

Reputasi luar biasa yang dibawanya saat datang ke Stadion Riverside menjadi flop di musim berikutnya. Musim 2008/2009, Afonso Alves hanya mencetak 4 gol dan 3 assist dalam 31 penampilannya bersama Middlesbrough F.C.

Massimo Taibi

Massimo Taibi
Massimo Taibi

Bagi penjaga gawang manapun, pasti tidak akan mudah untuk menjadi pengganti Peter Schmeichel. Massimo Taibi jauh dari harapan saat bermain untuk Man United.

Harga sebesar 4.5 juta Poundsterling dianggap terlalu mahal menilik beberapa penampilannya, terlebih saat flopnya di laga melawan Southampton dan kekalahan MU dari Chelsea dengan skor 0-5.

Jean-Alain Boumsong

Jean-Alain Boumsong
Jean-Alain Boumsong

Jean-Alain Boumsong didatangkan kembali dari klub Skotlandia Rangers FC dengan harga 8.5 juta Euro di tahun 2005. Tampil sebanyak 41 kali kala berseragam Newcastle, dirinya dianggap gagal.

Satu dari sekian daftar kesalahan yang dilakukannya adalah gagal melakukan clearance sebelum melakukan tekel pada Peter Crouch saat melawan Liverpool.

Selepas berkarier di Newcastle dirinya memutuskan pindah ke Juventus yang sampai dengan saat ini masih belum diketahui bagaimana hal tersebut bisa terjadi mengingat serangkaian penampilan buruk yang ditunjukkannya.

Per Kroldrup

Per Kroldrup
Per Kroldrup

Pemain asal denmark ini bisa dikatakan benar-benar sial. Bagaimana tidak, dirinya harus absen pada beberapa bulan pertama bersama Everton FC karena mengalami cedera pangkal paha.

Terhitung ia hanya sekali saja tampil untuk The Toffees setelah sebelumnya menjalani karier selama 4 tahun di Udinese.

Sean Dundee

Sean Dundee
Sean Dundee

Meski pada musim sebelumnya ia hanya mencetak 3 gol untuk Karlsruher SC, rupanya hal tersebut tidak menghentikan Liverpool untuk merekrutnya dengan harga 2 juta Poundsterling di tahun 1998.

Hanya tampil tiga kali sebagai pemain pengganti, dirinya merupakan salah satu pemain terburuk yang pernah mengenakan seragam Liverpool.

Mateja Kezman

Mateja Kezman
Mateja Kezman

Dibawah Roman Abramovich, era baru Chelsea dimulai dengan belanja pemain baru yang gila-gilaan. Didatangkan dengan nilai mencapai 5.3 juta Poundsterling, Mateja Kezman berjuang untuk memenuhi ekspektasi klub.

Sayangnya ia menjalani musim yang menyedihkan dengan 7 gol dalam 41 penampilan. Flop tersebut membuat dirinya dijual ke Atletico Madrid dan hanya bertahan selama 1 tahun, setelah itu Kezman berpindah ke Fenerbahçe S.K, PSG, Zenit St Petersburg dan BATE.

Bebe

Bebe
Bebe

Bebe direkrut Manchester United pada tahun 2010. Meski banyak sensasi mengikuti, tetapi musim debutnya bersama Setan Merah bisa dibilang flop, dirinya hanya tampil sebanyak 7 kali dan mencetak 2 gol di semua kompetisi.

Selama masa baktinya di Old Trafford, ia dipinjamkan ke beberapa tim, sebelum akhirnya menetap di Benfica dan tak kembali ke Man United.