Absen MotoGP 2021, Marc Marquez Berjuang Hadapi Hal Buruk

Marc Marquez kini masih berjuang untuk memulihkan cedera yang dideritanya sejak seri pembuka MotoGP 2020. Nasibnya hingga sekarang belum menentu, terutama bagaimana kontribusinya untuk ajang ini. Sepertinya cedera yang dialaminya jauh lebih parah dari dugaan banyak orang.

Bahkan dirinya sudah menjalani operasi sebanyak tiga kali. Operasi ketiga tersebut dilakukan pada bulan Desember 2020 lalu. Operasi tersebut ternyata memberi hasil positif bagi perkembangan pemulihannya. Hal ini bisa dilihat dari Marquez yang tampak sudah mulai melakukan latihan dan memamerkannya.

Akan tetapi, ternyata hasilnya belum 100% pulih. Bernard Achou selaku mantan dokter spesialis tulang dari Mobile Clinic beranggapan jika kondisi Marquez masih sangat mengkhawatirkan. Bahkan dirinya berani berkata bila ada satu kondisi berbahaya yang bisa membuatnya absen dari MotoGP 2021.

Operasi Keempat Bisa Menutup Kemungkinan Bertanding

Bernard Achou menyampaikan bahwa jika Marquez harus menjalani operasi keempat, hal ini akan cukup berisiko. Selain itu, dirinya tidak akan bisa bergabung dan tampil di tahun 2021 jika harus menjalani operasi lanjutannya. Anchou sangat berharap jika dirinya jangan sampai harus ke tempat Marquez.

Akan sangat berat baginya ketika harus merawak cederanya, dia harus menerima fakta bahwa pembalap level tinggi tidak dapat bertanding. Bahkan, Anchou menyayangkan keputusan The King of Crasher untuk tetap bertanding dalam seri MotoGP Andalusia.

Dengan kondisi seperti itu, keputusan untuk mengikuti ajang ini adalah tindakan dengan risiko cukup besar. Bagaimana tidak, dia melakukan tanding balapan hanya empat hari setelah menyelesaikan operasi. Hal paling gila adalah medan sirkuit Jerez yang digunakan.

Berlaga di sirkuit ini sangat berat karena pembalap membutuhkan momen untuk bernapas. Dia akan merasakan tegangan yang terasa di tangan kanan dengan teramat sangat. Pasti dirinya mengalami pengurangan massa otot setelah mengalami patah tulang dan harus memulihkannya dengan jalan operasi.

Hal ini bisa berakibat buruk karena dapat menghalangi seluruh tangan. Selain itu, hal ini juga bisa membuat pelat di tangan hancur tanpa mengenal waktu. Bernard Achou sangat menyalahkan dokter terakhir yang menangani pasien ini, kenapa dia mengizinkan pasien yang masih dalam kondisi buruk mengikuti ajang ini.

Sangat salah memberi lampu hijau pada Marquez untuk menaiki motornya hanya sebentar pascaoperasi. Seharusnya ini adalah ranah dokter yang mengoperasinya, bukan hanya perawatnya. Jadi, sangat tidak tepat keputuan ini dimbil.

Pembalap Lain Memberi Semangat untuk Marquez

Mendengar kabar buruk yang dialami rekannya, semua pembalap bersimpati padanya. Bahkan Morbidelli yang sanat berbakat itu menyatakan bahwa tidak pernah dia melihat ada seorang rider harus absen sepanjang musim karena cedera yang sangat parah.

Dirinya merasa cukup iba jika The King of Crasher benar-benar tidak dapat mengikuti turnamen awal musim 2021. Tidak ada yang tahu kapan Marc harus beristirahat untuk pemulihan, bisa saja dia membutuhkan waktu 1,5 tahun.

Akan tetapi, semua yang terjadi nanti ada di tangan March. Dirinya harus bisa memulihkan kondisi fisik dan mentalnya untuk bisa keluar dari situasi tersebut. Hal senada juga diungkapkan oleh juara dunia, Joan Mir dalam wawancaranya.

Rider Suzuki Ecstar ini sangat ingin bekerja keras mempertahankan gelar dunia 2021, namun dengan keberadaan March di lintasan. Hal tersebut akan membuatnya lebih termotivasi menjuarai ajang ini melawan Marc di lintasan. Mungkin nantinya, Marc tidak akan tahu cara mengendalikan balapan pertama menggunakan cara terbaik.

Ditambah lagi, masalah cederanya masih belum terselesaikan sepenuhnya. Mir tidak senang melihat siapa saja mengalami masa tersulit, bahkan untuk rival di lintasannya. Dirinya berharap untuk Marc cepat pulih dan di tahun 2021 mereka bisa beradu kekuatan dengan menyenangkan.