Antonio Pada Kasus Zouma: “Apakah Lebih Buruk dari Rasisme?”

Kasus Kurt Zouma yang menendang kucing peliharaan kini semakin rumit. Setelah kabar 3 hari lalu mengatakan kalau tidak ada pemeriksaan lanjutan ke bek Everton ini, kini pecinta kucing banyak meminta Kurt Zouma agar dipecat. Antonio langsung merespon ini dengan tegas.

Striker West Ham, Michail Antonio, menjawab pertanyaan mengenai pendapatnya mengenai tuntutan publik terkait kasus rekan satu timnya, Kurt Zouma. Memang Kurt Zouma telah melakukan hal yang tidak wajar, yaitu menendang kucing dan sempat diadili oleh RSPCA.

Kurt Zouma mendapat respon negatif dan publik meminta agar bek West Ham ini dipecat dari klub. Tetapi rekan satu tim memberi jawaban yang cukup masuk akal sekaligus menentang tuntutan itu. Antonio menganggap kalau hal seperti ini tidak lebih buruk dari rasisme.

Antonio mengaitkan tuntutan publik ini ke kasus rasisme yang sering mereka terima. Di sisi lain, Antonio menganggap perilaku Zouma ilegal, tetapi respon publik juga tidak boleh terlalu berlebihan. Pasalnya pelaku rasisme tetap mendapat kesempatan bermain di liga Inggris.

Reaksi Publik yang Meminta Zouma untuk Dipecat

Saat ini, telah ada 200 ribu orang yang sepakat dan memberikan tanda tangan mereka di petisi yang diselenggarakan untuk mengadili Kurt Zouma atas perilakunya. Publik menilai ini adalah sesuatu tindakan tidak terpuji dan sebuah kasus bully yang harus ditahan oleh pengadil.

Puncaknya adalah di saat Moyes tetap menurunkan Zouma di laga melawan Watford Rabu kemarin. Publik langsung meminta agar West Ham tidak lagi memainkan Kurt Zouma karena telah melakukan suatu tindakan tidak terpuji dan harus menerima hukuman yang sesuai.

Zouma telah meminta maaf atas apa yang telah dia lakukan dan juga telah menjalani proses investigasi dari badan amal RSPCA. Kucing milik Zouma juga sudah dibawa ke lembaga amal khusus hewan London. Sponsor juga sudah mencabut tanda tangan Zouma, yaitu Adidas.

Video yang viral pada Rabu kemarin langsung mendapat kecaman hingga Adidas telah cabut kontrak mereka dengan Zouma. Selain dari sponsor, bek West Ham ini juga telah membayar denda maksimum yaitu sebesar 250 ribu pounds, gaji dua minggu Zouma dari West Ham.

Sementara itu, petisi online ini hanya meminta Zouma untuk dipecat. Tetapi Antonio tidak setuju tuntutan itu, dia memberi pertanyaan seperti “Saya memiliki pertanyaan ke Anda. Apa Anda pikir apa yang Zouma lakukan lebih buruk dari rasisme?”, menjawab wawancara.

“Saya tidak menganggap Zouma benar, tetapi saya hanya tidak setuju dengan respon publik. Publik meminta Zouma dipecat, tetapi saat kasus rasisme, mereka tetap bisa bermain di liga dan publik tidak menuntut, sudah kehilangan akal,” sambung penyerang West Ham itu.

Masih Banyak Pemain Sepak Bola Rasis yang Mendapat Kesempatan Bermain

Kasus rasisme sudah menjadi hal yang membahayakan di lingkungan EPL. Dan Antonio yakin kalau rasisme lebih buruk daripada kasus Zouma dan respon publik tidak seperti itu. Bahkan ras seperti Antonio, Zouma, dan beberapa pemain EPL lain yang menjadi target rasis itu.

Maka dari itu EPL telah ban fans rasis dan tidak bisa lagi mengunjungi stadion saat ada laga sambungan liga Inggris. Bahkan EPL telah memberikan slogan No Room for Racism dan bukan hanya untuk fans. Pemain sepak bola yang melakukan hal serupa akan mendapat sanksi.

Zouma memang menendang kucing dan tidak bisa dibenarkan. Tetapi respon publik sudah terlalu kelewatan jika melihat apa yang disampaikan rekan satu timnya itu. Antonio melihat kalau ini tidak lebih buruk dari rasisme, tetapi respon yang diberikan justru lebih buruk.