Arsenal VS Everton
Dalam pertandingan Liga Premier yang sangat seru di Emirates Stadium kemarin, pelatih Arsenal Mikel Arteta meraih kemenangan kedua berturut-turut dengan mengalahkan Everton asuhan Carlo Ancelotti 3-2, kemangan ini membuat Arsenal, berada 1 poin diatas Everton dan berada diposisi ke 9. Everton mencetak gol cepat menit 49 detik melalui tendangan salto Dominic Calvert-Lewin.
Arsenal baru menyamakan kedudukan menit 37 melalui Eddie Nketiah, yang menerima umpan silang indah dari Bukayo Saka. 6 menit kemudian, pencetak gol terbanyak Pierre-Emerick Aubameyang menambah keunggulan namun berhasil disamakan oleh Everton melalui Richarlison waktu extra time babak pertama. 1 menit dimulaiya babak kedua, Arsenal unggul lagi lewat Aubameyang melalui umpan silang Nicolas Pepe, dan meskipun ada tekanan akhir, The Gunners memegang teguh untuk meraih tiga poin.
inilah 3 poin penting pembicaraan dibalik pertandingan yang sangat seru ini:
Abumayang
1. Kehebatan Lini Serang Arsenal Tidak Mampu Menutupi Kurangnya Lini Pertahanan
Ini adalah kemenangan besar bagi The Gunners, Mikel Arteta telah memenangkan 2 pertandingan besar, seminggu lalu, Arsenal mampu mengalahkan Newcastle 4-0. dalam pertandingan melawan tim hebat macam Everton.
Arsenal menunjukkan sisi semangat menyerang. Nicolas Pepe dan Bukayo Saka unjuk kebolehan, Eddie Nketiah menunjukkan naluri sebagai striker haus gol dan beberapa kali menngancam lini pertahanan Everton. dan Aubameyang menunjukkan kualitasnya dan membuktikan diri bahwa dia layak menyandang striker haus gol.
namun kehebatan serangan Arsenal, tidak mampu menutupi kurangnya lini pertahanan. Kedua gol The Toffees julukan Everton berasal dari set-piece. Yang pertama dari Dominic Calvert-Lewin dan yang kedua dari Richarlison. dimana Mustafi, David Luiz, maupun Kolasinac tidak mampu tampil padu. dimana sering kehilangan miss komunikasi.
dan diperparah bellerin yang selalu maju, namun bisa menghentikan pergerakan Sigurdsson. sepanjang pertandingan, Arsenal harus berterimakasih kepada sang kiper Bern Leno yang menutupi kekurangan sang bek dengan penyelamatan yang beberapa kali membua Everton Frustasi. jadi poin penting dari pembicaraan ini, jika Arteta disebut yang terbai maka, lini serang dan lini bertahan harus seimbang kehebatannya.
Ancelotti
2. Lini tengah Everton Yang Butuh Solusi Untuk Diperbaiki Ancelotti
Everton mungkin bisa menganggap diri mereka tidak beruntung untuk meraih poin dalam pertandingan ini. The Toffees memimpin lebih awal, melakukan 17 tembakan dengan melebihi Arsenal yang memiiki 9 tembakan dan menguasai 49% kepemilikan.
tim asuhan Carlo Ancelotti harus menyesali apa yang mungkin terjadi. Untuk mengatakan mereka melakukan kinerja yang hebat namun serba salah. pemain depan Dominic Calvert-Lewin dan Richarlison sangat mengesankan, dan lini belakang Dijibril Sidibe, Yerry Mina, Mason Holgate, dan Leighton Baines relatif solid – namun lini tengah Everton tidak cukup bagus.
Alex Iwobi dan Sigurdsson tidak menunjukkan kualitasnya, dan diperparah fabian Delph dan Scnheiderlin yang tidak mampu mengimbangi agresifitas pemain Arsenal yang digalang, Ceballos, Shaka, Pepe, ozil, auabmeyang dan Nketiah. jika Everton, ingin tampil lebih baik lagi, Ancelotti perlu pembenahan dan solusi di sektor lini tengah.
tau bahkan mungkin merubah posisi dengan memaksimalkan kualitas pemain yang ada. sementara Andre Gomes kembali lagi. dan yang perlu dipertanyakan adalah posisi ideal Sigurdsson harus di optimalkan. Sigurdsson sangat baik dalam berperan sebagai second striker. dan ini perlu diperbaiki oleh Ancelotti.
Liga Champion
3. Bisakah Arsenal mengklaim tempat terakhir Liga Champions?
Tampaknya gila untuk mengatakan Arsenal yang berada di posisi ke-9 di tabel Liga Premier bisa menyelinap ke tempat Liga Champions musim ini, tetapi tentu saja itu tidak mustahil. pasukan Mikel Arteta memiliki 37 poin – hanya 7 poin dari posisi 4 Chelsea. akan tetapi untuk mewujudkan itu semua, perlu solusi jitu atas lemahnya lini pertahanan.
The Gunners menghadapi West Ham, Brighton, Southampton, dan Norwich dalam 4 pertandingan berikutnya, yang kesemuanya kedengarannya dapat dimenangkan bagi Arteta dan pasukannya. Jika mereka benar-benar dapat meraih 12 poin dari pertandingan-pertandingan itu, itu akan memberi mereka momentum luar biasa menuju trio pertandingan krusial mereka di bulan April melawan Wolves, Leicester dan Tottenham.
mengingat bentuk inkonsistenan Tottenham dan Manchester United – serta kurangnya pengalaman Wolves dan Sheffield United pada level ini, seharusnya tidak terdengar seperti mustahil bagi Arteta.