Laga RB leipzig vs Tottenham Hotspur
Laga RB leipzig vs Tottenham Hotspur
Jose Mourinho memperingatkan bahwa Tottenham akan kesulitan untuk lolos ke Liga Champions musim depan setelah RB Leipzig mengakhiri keikutsertaan mereka dalam kompetisi tersebut tahun ini. Pada pertandingan leg kedua babak 16 besar yang digelar Rabu (11/3/2020) dini hari WIB, Leipzig memenangkan pertandingan atas Tottenham Hotspur di Red Bull Arena dengan skor 3-0, atau secara agrerat adalah 4-0.
Spurs bukan tandingan bagi Leipzig. Tim tuan rumah tidak mengalami masalah cedera seperti yang dialami tim asuhan Mourinho. Bisa jadi, konsentrasi Tottenham pun terpecah karena mereka harus menjamu Manchester United pada hari Minggu (15/3/2020).
Laga RB leipzig vs Tottenham Hotspur
Laga RB leipzig vs Tottenham Hotspur
Musim ini Tottenham benar-benar dalam bahaya. Mereka bisa gagal total lagi, terutama bila melihat penampilan buruk mereka di Liga Inggris. Sejauh ini posisi Spurs di klasemen sementara Premier League sudah cukup tertinggal dari para pesaingnya untuk mengamankan posisi Liga Champions musim depan.
“Dengan skuad yang kami miliki saat ini akan sangat, sangat sulit,” kata Mourinho melansir The Guardian (11/3/2020). “Masalah yang kami miliki saat ini tidak akan hilang besok atau secepatnya. Kami akan berjuang sampai akhir.
“Di Liga Inggris, kami tidak mendapatkan hasil yang baik, di mana kami tidak memiliki kesempatan untuk memperjuangkan poin. Kami kalah 3-2, 2-1, 1-0, kami meraih hasil imbang, jadi sepertinya kami tidak bisa bertarung. Kami tidak memiliki nama-nama pemain yang bisa pulih dari cedera untuk pertandingan hari Minggu, tetapi setidaknya kami memiliki sedikit waktu, empat hari (untuk mengembalikan kondisi pemain yang ada), jadi setidaknya dari segi fisik kami dapat bereaksi.”
Spurs bermain tanpa Steven Bergwijn, Ben Davies, Harry Kane, Davinson Sánchez, Moussa Sissoko, dan Son Heung-min saat melawan Leipzig. “Kami memiliki banyak masalah dan ini sangat sulit,” ujar Mourinho pada The Guardian (11/3/2020). “Saya menatap laga dengan positif kemarin, tapi memang harus begitu walau kenyataannya adalah hal yang berbeda dengan harapan. Satu tim bermain dengan kondisi yang jauh lebih kuat. Tentu saja itu sulit dan Leipzig jelas pantas lolos ke perempat final.
“Setiap tim di seluruh dunia akan bermain dengan susah payah ketika kehilangan lima atau enam pemain terpentingnya. Sesederhana itu. Semua pemain di bangku cadangan Leipzig akan bermain di tim saya saat ini.”
Dele Alli merasa bahwa Tottenham, yang kalah di final Liga Champions musim lalu dari Liverpool, bermain dengan mental yang salah. “Jika kami gagal melaju ke babak berikutnya, maka kami akan mendapat hukuman,” kata penyerang Spurs tersebut melansir The Guardian (11/3/2020). “Kami harus menunjukkan kedewasaan dan perjuangan, tapi kami tidak melakukannya. Kami harus meminta maaf kepada para suporter yang datang jauh-jauh ke sini.”
Dari kekalahan memalukan Tottenham ini setidaknya ada dua kesalahan Jose Mourinho yang layak jadi koreksi klub asal London tersebut. Berikut kedua kesalahan Jose Mourinho
1. Terlalu memaksa memasang Dele Alli sebagai gol getter
Posisi yang diturunkan Jose Mourinho jelas terlihat memaksa. Pasalnya disaat gol getter mereka Harry Kane mengalami cidera Mourinho justru menempatkan Dele Alli sebagai gol getter Tottenham. Hal ini jelas tidak sesuai dengan karakter permainannya. Terlihat beberapa kali Dele Alli memainkan peran layaknya gelandang dan hal tersebut membuat posisi gol getter Spurs nampak kosong. Padahal Mourinho sejak awal menerapkan formasi 3-4-2-1 dimana satu tumpuan striker murni jadi kunci kemenangan. Dan benar-benar terbukti tanpa adanya Harry Kane dan Son Heung-Min lini serang Spurs menjadi lembek.
2. Sering kehilangan momentum bagus saat melakukan serangan
Dari catatan sofascore,com, secara permanen Tottenham yang bermain dengan strategi bertahan memang cukup imbang dengan penguasaan bola mencapai 46 %. Sayangnya strategi counter attack Jose Mourinho tak berjalan baik. Banyak sekali momentum bagus yang gagal dikonversi menjadi peluang oleh para pemain Tottenham. Kebanyakan mereka kehilangan bola sebelum masuk ke area pinalti RB Leipzig. Bahkan Spurs hanya mampu mencatatkan 6 peluang saja.