EURO 2020 Spanyol Siap Hadapi Kroasia dengan Bekal Maksimal

Dalam lanjutan turnamen bergengsi antar negara di benua biru yaitu Piala Eropa, Spanyol akan bertemu Kroasia. Diakui sebagai salah satu timnas raksasa, La Furia Roja mengaku siap menghadapi Modric dkk.

Laga fase grup Euro 2020 resmi ditutup dengan tiga laga yang dimainkan oleh masing-masing peserta calon juara. Walaupun ditakuti timnas lain, Spanyol justru belum mampu menunjukkan performa terbaiknya secara stabil.

Asuhan Luis Enrique telah menjalani fase grup dengan cukup baik tapi belum bisa dibilang memuaskan. Raksasa La Furia Roja selama fase grup hanya berhasil memenangkan satu laga dari tiga pertandingan.

Sisanya diakhiri dengan hasil imbang yang membuat pelatih Luis Enrique harus memutar otak untuk menghadapi Kroasia. Tetapi pada laga penutup minggu lalu mereka berhasil meraih kemenangan 5-0 atas Slovakia.

Begitu juga dengan Kroasia yang biasanya mendominasi dari putaran grup harus bersusah payah untuk mendapatkan tiket 16 besar. Dari tiga laga, Kroasia menang sekali dan imbang satu kali berhasil lolos.

Dengan bekal maksimal yang telah dijalani selama fase grup bagi Spanyol ini merupakan momentum tepat untuk mengalahkan Modric dkk. Dikarenakan ada berbagai peluang emas harus dimanfaatkan oleh Luis Enrique.

Memanfaatkan Absen Lovren dan Perisic

Memasuki babak 16 besar Euro 2020, kini Spanyol lebih diuntungkan karena dua pemain Kroasia dipastikan absen. Padahal Lovren dan Perisic menjadi salah satu penggawang paling berperan selama fase grup dilalui.

Bek andalan Kroasia yaitu Dejan Lovren harus puas menonton kawannya bertanding dari sisi lapangan hijau. Bukan hal mudah bagi bek terbaik yang dimiliki Kroasia untuk menjaga pertahanan dari gempuran lawan.

Usahanya dalam menjaga pertahanan selama fase grup berjalan memang berhasil mengantarkan hasil cemerlang. Namun ia harus absen dikarenakan terkena akumulasi kartu kuning yang sudah diterima sebanyak dua kali secara beruntun.

Pertahanan Kroasia otomatis menjadi lebih mudah untuk dilewati skuad timnas Spanyol, dan ini harus dimaksimalkan. Luis Enrique menyadari betul bahwa performa timnas belum berada di level paling bagus seperti keinginannya.

Lubang lain muncul pada sisi penyerang yang mana Ivan Perisic terpapar virus corona beberapa hari sebelum partai 16 besar bergulir. Otomatis ini akan menimbulkan kerugian bagi timnas dan pelatih Dalic.

Mengingat Perisic sejauh ini telah mencetak 2 gol selama fase grup berlangsung dan selalu dijadikan senjata negara Kroasia. Adanya dua pemain absen ini memberikan Spanyol peluang lebih besar untuk lolos.

La Furia Roja Mulai Menemukan Ritme Permainan

Bukan Spanyol kalau saat di lapangan hijau tidak menguasai bola, karena ketika bertanding pasti mendominasi penguasaan permainan. Ciri khas permainan dari La Furia Roja inilah yang akhirnya berhasil menemukan ritme.

Penguasaan bola dalam tiga laga di fase grup selalu berkisar antara 60%-75%, diprediksi Kroasia tidak diberikan kesempatan memegang bola. Meski begitu, Spanyol tetap harus waspada mengingat Kroasia punya gelandang terbaik.

Modric, Brozovic, dan Kovacic siap menjadi lawan sengit di lini tengah saat menjamu Spanyol nantinya. Duel seru tersaji saat bertanding, sebab La Furia Roja bakal memasang Busquets, Pedri, dan Koke.

Timnas Spanyol masih mengalami kendala pada lini serang yang belum bisa memberikan dampak signifikan selama Euro 2020 berlangsung. Hal itu dibuktikan dua kali penalti diberikan tapi striker tidak mencetak gol.

Tatapan Luis Enrique sangat optimis dan antusias dalam menyambut pertandingan melawan Kroasia di babak 16 besar. Mereka berjanji akan memberikan seluruh kekuatan yang dimiliki untuk memastikan tiket ke babak berikutnya.

Sebagai penonton sepak bola apalagi salah satu fans timnas Spanyol, jangan lewatkan laga pada 16 besar. Kroasia Vs Spanyol sangat menarik ditonton karena keduanya sama kuat dijamin duel seru tersaji.