Finlandia Jadi Tim Debutan Piala Eropa 2020, Begini Profilnya

Gelaran Piala Eropa 2020 telah melahirkan sejarah-sejarah baru yang tidak akan dilupakan bagi berbagai pihak. Salah satunya adalah Timnas Finlandia yang untuk pertama kalinya dapat mencicipi putaran final Piala Eropa setelah lolos kualifikasi beberapa waktu lalu.
Sejarah tersebut tercipta di Sonera Stadium saat sang tuan rumah, Finlandia, berhasil mengalahkan Liechtenstein pada tanggal 16 November 2019. Sebelum pertandingan tersebut, Finlandia memang lebih diunggulkan di atas kertas dari tamunya yang saat ini menempati ranking 181 FIFA.

Timnas Finlandia pun lantas menang telak 3-0 melalui gol yang tercipta oleh Teemu Pukki dan Jasse Tuominen. Dengan kemenangan tersebut, Finlandia berhasil mendapatkan tiga poin dan memastikan diri sebagai salah satu tim yang lolos ke putaran final Euro 2020.

Saat peluit pertandingan berakhir, para pemain, staf kepelatihan, fans, dan warga turut larut dalam selebrasi atas lolosnya Finlandia ke Piala Eropa 2020 untuk pertama kalinya. Tim berjuluk Huruhkajat ini pun menjadi tim debutan yang patut diperhitungkan pada Euro 2020 mendatang.
Hal Menarik Tentang Tim Debutan Euro 2020, Finlandia
Euro 2020 sendiri menjadi kompetisi besar pertama yang diikuti oleh Timnas Finlandia. Sebelumnya, Finlandia belum pernah mengikuti putaran final turnamen sebesar Piala Dunia maupun Piala Eropa. Lalu, tahukah Anda beberapa hal menarik tentang Timnas Finlandia ini? Yuk, simak di bawah ini!

Finlandia Jadi Tim Debutan Piala Eropa 2020, Begini Profilnya
1. Pemain tersebar di berbagai negara
Timnas Finlandia berisi pemain-pemain profesional yang berasal di berbagai klub di negara-negara Eropa. Bahkan, Timnas Finlandia hanya memiliki satu pemain saja yang berasal dari liga domestik, yaitu Daniel O’Shaughnessy. Selain Daniel, pemain Timnas Finlandia berasal dari berbagai klub di Eropa.
Misalnya, Lukas Hradecky yang berasal dari Bayer Leverkusen. Sedangkan Teemu Pukki saat ini merumput dengan klub asal Inggris, Norwich City. Selain itu, ada juga Sauli Vaisanen dari Chievo Verona, Joona Toivio dari Hacken, dan Fredrik Jensen dari Augsburg.

2. Pernah menjadi semifinal Olimpiade
Piala Eropa 2020 mungkin menjadi turnamen besar pertama bagi Timnas Finlandia. Namun, meskipun begitu, Finlandia ternyata pernah mencicipi semifinal Olimpiade 1912 yang saat itu diselenggarakan di Stockholm, Swedia. Saat itu, langkah Finlandia ke babak final ditahan oleh Timnas Inggris.

3. Teemu Pukki menjadi pemain kunci
Timnas Finlandia mungkin tidak mempunyai bintang besar sekelas Cristiano Ronaldo. Namun, mereka mempunyai pemain kunci yaitu Teemu Pukki yang sudah menorehkan 10 gol selama berlaga di Euro 2020. Pukki mencetak 10 gol tersebut selama berlaga delapan kali bersama Finlandia di putaran kualifikasi.

Performa Pukki memang cukup menonjol bersama Timnas Finlandia. Mantan penyerang Schalke dan Sevilla tersebut saat ini berada di usia produktifnya. Di usianya yang menginjak 29 tahun, Pukki menjadi ujung tombak yang tajam bagi Timnas Finlandia.

Taktik Klasik dari Pelatih Markku Kanerva
Kunci sukses Finlandia maju ke putaran final Piala Eropa 2020 tentu tak lepas dari tangan dingin sang pelatih yaitu Markku Kanerva. Sebelumnya Kanerva merupakan seorang asisten pelatih sampai ia dipromosikan menjadi pelatih pada tahun 2016.

Mantan bek Timnas Finlandia tersebut menggantikan posisi Hans Backe yang dipecat saat itu. Bersama Kanerva, Timnas Finlandia nampak lebih bertaring dengan taktik klasik 4-4-2-nya. Dengan mengandalkan dua penyerang di lini depan, taktik yang dipakai Kanerva ini terbukti sukses.

Kanerva menempatkan Jasse Tuominen dan Teemu Pukki sebagai ujung tombak Timnas Finlandia. Duet antara Pukki dan Tuominen terbilang cukup efektif. Bukan hanya lini depannya saja, Finlandia juga memiliki pertahanan yang baik dan bahkan menjadi terbaik kedua di Grup J Kualifikasi Euro 2020.

Selama putaran kualifikasi Euro 2020, Finlandia baru kebobolan 10 gol saja. Jumlah tersebut menempatkan Finlandia di bawah Timnas Italia yang hanya kebobolan empat gol saja selama berada di Grup J. Keseimbangan lini depan dan belakang inilah yang menjadi kunci keberhasilan Finlandia.

Kesimpulannya, Finlandia mungkin hanya tim debutan di Euro 2020. Namun, performa yang ditunjukan Finlandia patut membuatnya cukup diperhitungkan. Sayangnya, Anda masih harus menunggu sampai pertengahan 2021 untuk melihat Finlandia berlaga di Piala Eropa 2020 setelah turnamen ini resmi ditunda sampai tahun depan.