Gantung Sarung Tangan, Fabien Barthez Jadi Pembalap Mobil
Gantung Sarung Tangan, Fabien Barthez Jadi Pembalap Mobil

Setelah gantung sarung tangan sebagai kiper, Fabien Barthez jadi pembalap mobil. Eks kiper MU dan timnas Prancis ini bahkan pernah mengikuti Le Mans 24 Jam.

Barthez yang pernah menjuarai Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa dua tahun setelahnya itu membuat Prancis menjadi negara pertama dalam 26 tahun yang mampu mendapatkan 2 piala tersebut dalam waktu bersamaan.

Penampilan terakhirnya untuk timnas terjadi di tahun 2006. Sayangnya Prancis tidak mampu menjadi juara setelah dikalahkan Italy pada partai final.

Eks kiper yang terkenal dengan kepala plontosnya itu merupakan anggota skuad Marseille kala menjadi juara Liga Champions edisi pertama.

Dikenal sebagai penjaga gawang yang nyentrik, dirinya selalu tampil 100% dalam permainan, entah itu maju dalam situasi satu lawan satu, menangkap crossing bahkan memposisikan pertahanan belakang timnya.

Meski sering membuat penyelamatan spektakuler, ia juga kerap kali dikritik akibat hilang konsentrasi dan gaya bermainnya yang dianggap nyeleneh kala berseragam Man United.

Seperti ketika Barthez menghadapi penyerang West Ham di Piala FA tahun 2001. Dalam situasi satu lawan satu melawan Paolo di Canio, alih-alih mempersempit ruang tembak sang striker, dirinya malah mengangkat tangan untuk meminta offside. Di Canio tak takut, dan berhasil menyarangkan bola ke gawang Barthez.

Kian sering melakukan blunder di 2 musim berikutnya akhirnya MU mendatangkan Tim Howard di musim panas 2003 untuk menggantikan Barthez.

Pada tahun 2007, dirinya memutuskan untuk pensiun dari sepakbola setelah berkelahi dengan sejumlah fans yang mabuk. Satu tahun setelahnya, Barthez memulai karier balapannya.

Karier Balapan Barthez

Fabien Barthez
Fabien Barthez

Ketertarikan Barthez menjadi pembalap dimulai dari tahun 1998 setelah melakukan obrolan bersama mantan pembalap Formula One, Olivier Panis.

Dalam dokumenter berjudul “Brothers of Sport”, Barthez mengungkapkan apabila dirinya selalu terpesona dengan balapan. Ia menambahkan ingin mengerti rasanya berada di dalam sebuah mobil.

Di tahun 2008, Barthez mulai karier sebagai pembalap dan sukses di regional Prancis. Tahun 2013, ia berhasil menjuarai GT Prancis bersama Morgan Moullin-Traffort.

Kala pertama mengikuti Le Mans di tahun 2014, Barthez berhasil menduduki peringkat 29. Tercatat dirinya sudah 3 kali mengikuti balapan 24 jam tersebut.

Ia mengaku membutuhkan tiga bulan untuk mempelajari segalanya yang dia bisa. Bekerja sama dengan Olivier Panis, ia membentuk tim sendiri dengan nama Panis Barthez Competition pada 2016.

Di tahun berikutnya saat mengikuti Le Mans bersama tim barunya itu, dirinya terpaksa harus berhenti setelah mengalami kerusakan kopling dan dinyatakan Did Not Finish.

Kini, Instagram eks kiper Prancis itu dipenuhi dengan foto mobil balap dan gambar dirinya dalam seragam balap. Membalap adalah passion yang tidak akan dia tinggalkan dalam waktu dekat ini. Dirinya juga menyebutkan apabila passion membalap berubah menjadi obsesi.