Lazio FC ft Simone Inzaghi
Team Footbal Lazio FC
Di musim ini, beberapa tim besar telah di kalahkan oleh Lazio, Fiorentina, AC Milan, Inter Milan dan termasuk Juventus yang telah memonopoli Serie A dalam 8 tahun terakhir dengan mengklaim delapan gelar, telah dua kali dikalahkan. Seperti dilansir dari legaseriea,it (25/2/2020).
Lazio FC ft Simone Inzaghi
Team Footbal Lazio FC
Bagaimana Simone Inzaghi mengubah Lazio yang tidak memiliki kostum menjadi penantang gelar
Mereka juga tak terkalahkan dari tim-tim seperti, Atalanta Roma dan Napoli, dan tampaknya mereka akan memperpanjang masa tak terkalahkan yang luar biasa ini samapai pada sembilan Mei mendatang.

 

Menjelang kampanye 2019/20, banyak yang memberi label kepada Internazionale untuk menyaingi Juventus di musim pertama Antonio Conte di Italia. Nerazzurri telah mendukung sang Alenatore di dua pasar transfer dan yang terakhir adalah Christian Eriksen dari tottenham hotspurs.

 

Jelang di sepertiga akhir musim ini, Juventus memiliki memo nyata di tangan mereka untuk mempertahankan mahkota mereka, Inter bukan tim yang paling dekat dengan Nyonya Tua, akan tetapi saat ini Lazio berdiri tegak dan kuat meski terjepit diantara dua kandidat Scudetto.

 

Dalam 19 pertandingan sejak terakhir kali mereka kalah 1-0 dari Inter di bulan september, Lazio telah mengklaim 15 kemenangan dengan satu momen luar biasa mampu memenangi 11 pertandingan secara beruntun. seperti dilansir dari twitter @serieAFFC (25/2/2020)
Dengan 14 pertandingan tersisa, Lazio hanya berjarak tiga poin dari seluruh poin yang mereka hasilkan di musim 2018/19. Prestasi ini bahkan lebih ajaib ketika kita mengetahui bahwa mereka tidak menghabiskan banyak uang di bursa transfer selama musim panas.

 

Sebagian besar pemain yang ada di tim ini hanya mampu membawa Lazio di posisi kedelapan musim lalu karena memang secara individual tidak ada yang istimewa. Namun berkat perencanaan jangka panjang dan kemampuan pembinaan Inzaghi dan stafnya yang mapan, mereka berada di posisi sebagai penantang gelar saat ini.
Kekuatan mereka dalam hal individual hanya sekelompok pemain yang akan menjadi penghuni papan tengah di serie a seperti musim sebelumnya. akan tetap dalam formasi 3-5-2 Inzaghi, mereka saling mengklik.

 

Di posisi kiper mereka hanya memiliki nama yang kurang mentereng dalam diri Thomas Strakosha, Sergej Milinković-Savić menjadi satu-satunya pemain dengan nama besar yang secara teratur dikaitkan dengan kepindahan ke Real Madrid, Manchester United, Inter dan Juventus, dengan harga yang fantastis senilai 100 juta euro dan itu sepadan dengan kontribusi sang pemain dengan statistiknya, seperti dilansir dari twitter @squawka (25/2/2020).

 

Bergabung bersama keduanya sebagai komponen kunci dalam tim Lazio yang merajalela ini adalah Luiz Felipe yang baru berusia 22 tahun, Rtefan Radu yang berusia 33 tahun, dan Francesco Acerbi yang berusia 32 tahun di posisi tiga bek.
Dilini tengah lima pemain selain SMS ada Lucas Leiva yang berusia 33 tahun dan mantan pemain Liverpool lainnya, Luis Alberto. Ciro Immobile yang gagal di Borussia Dortmund menjadi andalan dalam serangan, biasanya dipasangkan dengan salah satu dari Felipe Caicedo yang juga gagal di Manchester City, atau Joaquin Correa.

 

Alberto adalah sang pemain kreatif dan tidak ada pemain di Serie A yang bisa lebih baik dalam hal mencatat 11 assist musim ini. Immobile adalah mesin gol, memimpin pencetak gol terbanyak dengan 26 dari 23 pertandingan.
Sejak pindah ke Roma, pemain berusia 29 tahun ini memiliki 93 gol Serie A dalam 129 penampilan dan dia berada di jalur untuk memperbaiki catatan tertinggi dalam karirnya yaitu 29 gol dalam satu musim.
Kesimpulan dari dua pemain ini adalah pemain Spanyol menciptakan peluang dan pemain Italia menyelesaikannya. Sesederhana itu.

 

Lazio tidak hanya tercatat sebagai salah satu penghibur hebat di Italia selain Atalanta yang mencetak 63 gol dan Lazio dengan 55 gol, mereka juga memiliki pertahanan yang sangat horor di liga dengan hanya kebobolan 21 gol dan selisih gol yang mencapai +34.

 

Mereka berkinerja lebih baik sebagai tim, mencapai delapan gol dari total yang diharapkan dan mereka kebobolan delapan gol lebih sedikit dari yang diperkirakan. Mereka juga telah meraih 11 poin lebih banyak dari yang seharusnya, tetapi ini bukan performa terbaik di Serie A karena Juventus mencata lebih baik dengan 12,3 poin lebih baik.

 

Para pemain Lazio memiliki sepertinya memiliki keyakinan yang sama. Pada bulan Januari, seperti dilansir dari intragram pribadi Milinković-Savić @sergej___21 (25/2/2020) yang memposting gambar dengan tulisan: “Due cose sono certe nella vita: morte e che Lazio non molla mai”. “Dua hal yang pasti dalam hidup. Kematian dan Lazio tidak akan pernah menyerah. “

 

Pergeseran mental adalah yang paling besar pengaruhnya saat mereka menghadapi tantangan gelar ini dan secara statistik, Lazio belum banyak berubah sejak musim lalu. Mereka membuat rata-rata jumlah tembakan yang sama, mencoba jumlah operan yang sama dan secara defensif mereka sama sibuknya. seperti dilansir dari footballwhispers (25/2/2020)

 

Oleh karenanya, yang membedakan musim ini dengan musim lalu hanyalah keyakinan. tim ini yakin mereka akan memenangkan setiap pertandingan dan mereka melakukan hal itu tentunya peran Inzaghi begitu kuat atas perubahan haluan ini.
Jika mereka mampu melucuti gelar Juventus di musim ini, itu akan menjadi salah satu kejutan terbesar dalam sejarah dan Serie A membutuhkan itu untuk menyegarkan kembali liga mereka.
Pasti ada harapan bahwa kekuatan di Turin bisa dikalahkan dan diruntuhkan.

 

Semua data yang tertera di atas adalah sebelum terjadinya laga Genoa vs Lazio yang di menangkan Aquile 2-3, oleh karenanya mereka hingga saat ini belum terkalahkan dalam 20 laga kompetisi serie a dan Immobile menambah catatan golnya menjadi 27 gol seperti dilansir dari legaseriea,it (25/2/2020).
Selain itu juga mereka masih terpaut 1 poin dengan pemimpin klasemen sementara Juventus.