Jadi Kanker Tim, Galtier Mencoba Melindungi Mbappe di PSG
Jadi Kanker Tim, Galtier Mencoba Melindungi Mbappe di PSG

Juru Taktik Paris Saint-Germain, Christophe Galtier mencoba melindungi Mbappe meski sang pemain dianggap sebagai sumber kanker pada tim.

Sebelumnya, Kylian Mbappe memang menjadi topik pembicaraan dunia sepak bola akibat dari sikap buruknya baru-baru ini.

Saat ini, Mbappe sedang bermasalah dengan Lionel Messi. Terlebih setelah pemain berusia 23 tahun ini terpantau kedapatan mendorong bahu eks megabintang Barcelona itu.

Kejadian tersebut membuat Wayne Rooney ikut berkomentar menanggapi masalah yang menimpa Les Parisiens. Bahkan, mantan bintang Man United tersebut juga membandingkannya dengan Messi.

Dikutip dari Republic World, Rooney mengungkapkan apabila dirinya tidak pernah melihat ego yang lebih besar dalam hidupnya ketika melihat pemain asal Prancis itu dengan sengaja mendorong Messi.

Ia juga menambahkan apabila harus ada seseorang yang mengingatkan Mbappe bahwa saat berusia 23 tahun, Messi sudah memenangkan 4 gelar Baloon d’Or.

Tak cuma itu, pemain asal Prancis tersebut juga membuat kontroversi saat dirinya menolak untuk berlari ketika PSG melakukan serangan balik dalam laga melawan Montpellier tanggal 14 Agustus lalu.

Pada pertandingan tersebut, Mbappe terekam tidak mau berlari saat tiga pemain PSG lainnya melakukan serangan balik. Dirinya terlihat berhenti berlari saat bola di tengah dioper ke sisi kanan lapangan.

Meski akhir-akhir ini keegosiannya sering disorot, Namun Christophe Galtier malah membela sang pemain muda itu.

Galtier Tetap Membela Mbappe

Neymar, Galtier dan Mbappe
Neymar, Galtier dan Mbappe

Pelatih PSG, Christophe Galtier mengungkapkan kekagumannya atas sikap Kylian Mbappe yang membiarkkan Neymar mengambil penalti melawan Monaco pada hari Minggu lalu.

Neymar sendiri berhasil membuat PSG mendapatkan 1 angka setelah tendangan penaltinya mampu merobek gawang yang dikawal oleh Alexander Nubel.

Sang pelatih sebelumnya menjelaskan apabila pemain dengan nomer punggung 7 itu merupakan pemain utama yang ditunjuk sebagai penendang penalti setelah dirinya dan Neymar berseteru dalam adu penalti di awal musim kala melawan Montpellier.

Meski begitu, di tengah laporan kerusuhan dalam ruang ganti, mereka akhirnya bekerja sama pada laga Liga Prancis baru-baru ini.

Galtier berkomentar mengenai masalah perebutan adu penalti itu kepada awak media. Dirinya menyebutkan apabila hirarki hal tersebut sudah ditentukan sebelumnya dimana Kylian menjadi nomer 1 dan Neymar nomer 2 sebagai eksekutor penalti.

Terlepas dari berita buruk mengenai sikap anak asuhnya itu, pelatih berusia 56 tahun itu memuji sikap baik yang ditunjukkan Kylian Mbappe baru-baru ini.

Dirinya menghargai sikap pemain berusia 23 tahun itu yang mengucapkan selamat kepada rekannya dan Neymar jr yang berterima kasih atas ucapan tersebut.