Kalah dari Southampton, Manchester City Akui Telah Bermain Baik
Kalah dari Southampton, Manchester City Akui Telah Bermain Baik

Southampton dengan sukses mengalahkan Manchester City dengan skor semata wayang 1 – 0 pada laga Premier League 2019-2020, pekan ke-33. Pertandingan yang telah digelar Senin (6/7) di St, Mary’s ini, dimainkan dengan apik oleh Southampton sehingga membuat semua yang menontonnya terkejut dan kagum.

Perolehan gol Southampton hingga mencapai skor 1 – 0 didapatkan oleh Che Adams pada menit ke-16 dengan memaksimalkan blunder Ederson dan Oleksandr Zinchenko. Manchester City terus melakukan perlawanan hingga akhir pertandingan namun sayangnya tak ada satupun yang membuahkan hasil sehingga pertandingan dimenangkan oleh Southampton.

Hasil pertandingan yang berhasil dimenangkan oleh Southampton ini membuat poin milik Manchester City berjumlah 66 dan bertahan di peringkat dua klasemen. Sedangkan Southcamp yang memenangkan pertandingan berhasil menaikkan poin hingga 43 dan menduduki posisi ke-13.

Kekalahan ini sungguh mengejutkan bagi pencinta bola dan The Citizens, pasalnya ini kali ketiga mereka kalah di markas lawan secara berturut-turut. Sebelumnya, Manchester City kalah 1-2 dari Chelsea pada 26 Juni 2020 dan kalah pula dari Manchester United pada pertandingan tanggal 8 Maret 2020.

Akui Telah Bermain Baik

Menurut Pep Guardiola, pelatih Manchester City, mereka sudah bermain dengan sangat baik namun membuat sebuah kesalahan sehingga Southampton menghukumnya. Setelah itu, timnya membuat banyak peluang namun tak kunjung mencetak gol. Ia juga mengakui bahwa timnya sering mengalami situasi tersebut pada musim ini.

Ia juga mengatakan bahwa timnya sudah berlatih dan menyerang dengan sangat baik serta memiliki pemain pada kotak penalti lawan hingga berjumlah 10. Bahkan, Manchester City menggunakan kiper agar membangun serangan. Guardiola mengaku bahwa Ederson melakukan kesalahan, namun bukan itulah sebab kekalahannya.

Guardiola tak menyalahkan timnya karena sebenarnya permainan sudah baik, namun kenyataan memang pahit di pertandingan ini. Ia mengatakan bahwa Manchester City sudah mencetak gol jauh lebih banyak dibanding tim lain pada Premier League, sehingga sulit menemukan alasan mengapa bisa kalah.

Pelajaran dari Kekalahan Manchester City

Kekalahan memang wajar terjadi dalam semua pertandingan, namun sejatinya kekalahan ini mungkin terjadi akibat kekalahan yang sedang dialami Manchester City saat pertandingan. Pasalnya, waktu istirahat mereka setelah membantai Liverpool dengan skor tanpa ampun 4 – 0 sangatlah sebentar hanya 48 jam.

Berbeda dengan Southampton yang memiliki waktu istirahat sangat panjang, lebih dari sepekan penuh sehingga dapat mempersiapkan tim dengan sangat baik. Hal tersebut membuat para pengamat menilai permainan Manchester City yang dianggap baik, tetap tak cukup karena kelelahan ini.

Selain itu, para pengamat juga berpendapat bahwa Manchester City sudah tak terlalu fokus di Premier League. Mereka terlihat lebih fokus untuk dua ajang lainnya yang dapat dimenangkan, yaitu Piala FA dimana Manchester City akan melawan Arsenal di babak semi final dua pekan lagi.

Manchester City juga akan melawan Real Madrid dalam laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions yang akan diselenggarakan pada bulan Agustus 2020. Hal ini dianggap menjadi fokus City saat ini sehingga tak terlalu fokus pada pertandingan yang terjadi Senin (6/7) dini hari WIB.

Kalah dari Southampton, Manchester City Akui Telah Bermain Baik
Kalah dari Southampton, Manchester City Akui Telah Bermain Baik

Kesalahan yang Terulang

Kekalahan yang diperoleh Manchester City dari Southampton sebenarnya adalah cerita yang unik untuk sebuah tim dengan peringkat kedua. Alasan kekalahan ini dapat dilihat dari jalannya pertandingan dimana Manchester City mendominasi permainan namun gagal untuk memanfaatkan peluang dengan maksimal.

Pada pertandingan ini, City bahkan menguasai bola sebanyak 74% dan melepaskan tembakan sebanyak 26 kali, namun tak ada yang berhasil mencetak gol. Melainkan, Ederson dan Oleksandr Zinchenko membuat blunder yang berhasil dimanfaatkan Che Adams sehingga memperoleh tendangan gol.

Walaupun kekalahan ini tak berpengaruh banyak terhadap peringkat tinggi yang memang sudah diperoleh Manchester City, namun tentunya ini menjadi alarm tersendiri. City perlu melakukan perbaikan pada timnya bila ingin memenangkan piala FA dan Liga Champions kali ini.

Memang kemungkinan City untuk menang sudah besar, bahkan bila bertemu Arsenal di musim terakhir. Namun hal terbalik juga bisa terjadi bila taka da pembenahan dan City menjadi lengah sehingga tim Mikel Arteta dapat menguasai serta memberi pelajaran terhadap City.