Kekalahan 6-0 dari Spanyol Torehkan Sejarah Kelam untuk Jerman

Manajer Jerman angkat bicara mengenai kekalahan tim mereka dalam laga melawan Spanyol hari Rabu (18/11). Menurut Joachim Loew, kekalahan kemarin menjadi hari terburuk dalam sejarah Jerman. Melihat ke belakang, mereka pernah membantai Brasil dengan skor 7-1 pada laga Piala Dunia.

Akan tetapi, kemarin tim nasional Jerman harus menerima skor 6-0 dari Spanyol tanpa kesempatan membalas sama sekali. Spanyol berhasil membungkam tim asuhan Loew pada laga UEFA Nations League Grup A4 yang berlangsung di Estadio Olimpico de Sevilla.

Joachim Loew masih tidak percaya dengan hasil yang diterima timnya. Dia menganggap bahwa kekalahan dari La Roja sangat buruk bagi Die Mannschaft. Bahkan hal ini menjadi sebuah kekalahan paling buruk bagi Jerman dalam 89 tahun terakhir dan disebut sebagai kekalahan kompetitif terburuk dalam sejarah Die Manschaft.

Hasil Pertandingan di Luar Prediksi

Awalnya, laga tanding antara tim juara Piala Dunia 2014 Jerman dengan tim juara Piala Dunia 2010 Spanyol akan menjadi pertandingan sengit. Namun, hasil yang diperoleh justru di luar perkiraan dengan akhir antiklimaks. Jerman gagal merebut satu tiket menuju putaran final UEFA Nations League.

Nationalelf tampil hanya dengan mencatat dua tembakan ke arah gawang dan memiliki penguasaan bola sebesar 30 persen. Akibatnya, Jerman tidak dapat mencetak gol sama sekali dan harus menerima kekalahan memalukan. Spanyol dihadiahi hattrick Ferran Torres dan juga tiga gol lain dari Alvaro Morata, Rodri, dan Mikel Oyarzabal.

Joachim Loew menyampaikan kepada ARD setelah laga berakhir dan menyatakan kekecewaan besar dalam sejarah DFB-Elf. Manajer berusia 60 tahun tersebut mengatakan bahwa pada laga Rabu kemarin, tidak ada usaha yang berhasil. Semua hal yang terjadi hari itu sangat buruk, tidak ada hal baik untuk mereka.

Sang manajer sudah mempersiapkan segala hal untuk bisa tampil dengan berani demi melawan Spanyol. Akan tetapi mereka gagal, secara ofensif atau defensive tidak ada rencana yang berhasil membawa mereka menuju kemenangan, bahkan untuk sekadar membalas satu gol.

Joachim Loew menyesali ketidakdisiplinan skuad asuhannya yang mematikan tim mereka. Setelah gawang mereka ditembus gol pertama Spanyol, Jerman tidak mampu mengambil alih jalannya permainan. Formasi mereka terlalu terbuka dan performa tim Spanyol sangat bagus sehingga mereka bisa memanfaatkan momen itu.

Permainan jerman tidak terorganisasi dengan baik, pendekatan antar pemain juga dinilai sangat minim sehingga tidak ada komunikasi yang baik dalam tim asuhan Joachim Loew. Akibatnya, Spanyol berhasil merebut satu tiket menuju putaran final UEFA Nations League Oktober 2021 mendatang dari Jerman.

Pada laga sebelumnya, Die Manschaft hanya mampu menduduki peringkat kedua di Grup A4. Mereka bisa saja berada di urutan ketiga jika Ukraina mengalahkan Swiss ketika mengejar defisit gol di laga terakhir yang mereka lalui.

Dukungan untuk Pelatih dari Direktur Timnas Jerman

Kekalahan telak yang diterima Die Manschaft dengan enam gol tanpa balasan satu gol sama sekali mengingatkan banyak pihak pada laga semi final Piala Dunia 2014. Ketika itu, Jerman berhadapan dengan Brasil dan berhasil menaklukkan tuan rumah.

Skor 7-1 menghiasi papan skor di akhir pertandingan, Jerman menjadi pemenang mutlak dalam laga tersebut. Kini, tim mereka berada di posisi Brasil kala itu. Mereka merasakan kekecewaan besar ketika gawang mereka ditembus hingga enam kali. Jumlah yang banyak untuk membuat mereka merasa terpuruk dalam kekalahannya.

Akan tetapi, Joachim Loew masih berada di posisi aman karena dia mendapat dukungan dari direktur tim Jerman, Oliver Bierhoff. Bierhoff menyatakan bahwa masih ada kepercayaan untuk sang manajer, sama seperti ketika Loew mengambil alih kedudukan sebagai pelatih di Die Mannschaft pada tahun 2004 lalu.

Oliver Bierhoff mengatakan jika mereka masih harus melakukan analisis bagaimana kualitas timnya. Terutama bagaimana bisa dalam laga tersebut sang penjaga gawang Spanyol tidak perlu melakukan kerja keras untuk mengamankan gawangnya dari serangan Jerman selama jalannya pertandingan.

Mereka harus menyelesaikan permasalahan koordinasi pertahanan skuad miliknya karena dalam laga Rabu kemarin bisa dilihat bahwa pengalaman tim Die Manschaft masih sangat kurang. Kekalahan besar bagi Jerman dengan skor yang terpaut jauh dari lawan membuat sang pelatih harus menerima kekalahan terburuk dalam sejarah perjalanan Jerman.