Kombinasi 11 Pemain Paling Ampas Yang Pernah Bermain di El Clasico

Salah satu pertandingan yang paling menarik dan ditunggu-tunggu oleh penggemar sepakbola yakni pertandingan El Clasico antara Barcelona vs Real Madrid. Banyak kejadian-kejadian menarik setiap kedua tim tersebut bentrok diatas lapangan. Tapi ada pemain yang justru tidak berfungsi atau ampas pada El Clasico, berikut pemainnya:

Kiper

Kombinasi 11 Pemain Paling Ampas Yang Pernah Bermain di El Clasico

1. Jose Pinto (Barcelona)

Meskipun hanya sebatas sebagai pelapis Victor Valdes, tapi kemampuan Jose Pinto sebagai seorang penjaga gawang sebenarnya tak terlalu buruk.

Hanya saja, emosi Pinto yang membuatnya layak dimasukkan kedalam 11 pemain paling ampas yang pernah bermain di El Clasico.

Pinto pernah terlibat perkelahian dengan Jose Mourinho dan Pepe pada bulan April 2011 yang menyebabkan dirinya di usir wasit.

Selain itu, Pinto dianggap gagal mengamankan tandukan Cristiano Ronaldo di final Copa del Rey 2011 dan membuat Barcelona gagal mengulangi rekor enam gelar musim 2008/2009.

Pemain Belakang:

2. Damia Abella (Barcelona, bek kanan):

Damia Abella tak pernah sekalipun masuk dalam tim utama Barcelona, tapi pada April 2005 ia pernah merasakan sengitnya laga El Clasico yang berakhir dengan kemenangan Real Madrid 2-4.

3. Philippe Christanval (Barcelona, bek tengah):

Philippe Christanval pernah membela Barcelona selama dua musim (2001-2003) dan hanya bermain sebanyak 47 kali.

Kendati kariernya di Barcelona bisa dikatakan gagal, namun ia pernah merasakan 3 pertandingan El Clasicodengan 2 diantaranya turun sebagai starter.

4. Francisco Pavon (Real Madrid, bek tengah):

Pemain lulusan akademi Real Madrid ini pernah menjadi bulan-bulanan mantan bintang Barcelona, Ronaldinho dan Samuel Eto’o pada El Clasico musim 2004/2005 yang berakhir untuk kemenangan Blaugrana dengan skor 0-3.

5. Juan Pablo Sorin (Barcelona, bek kiri)

Juan Pablo Sorin tampil dibawah standar saat melakoni laga El Clasico jilid II musim 2002/2003 dengan skor 1-1.

Tak hanya itu, musim 2002/2003 juga menjadi musim terburuk sepanjang sejarah klub karena di akhir kompetisi Barcelona finis di posisi keenam.

Gelandang:

6. Miguel Palanca (Real Madrid, gelandang kanan)

Mungkin banyak yang kurang familiar dengan nama Miguel Palanca yang melakukan debutnya bersama Real Madrid pada Desember 2008 di laga El Clasico.

Pada pertandingan itu, Palanca sempat memberi ancaman kepada penjaga gawang Victor Valdes.

Walaupun begitu, pertandingan tersebut berkahir dengan kemenangan Barcelona atas rival abadinya itu dengan skor 0-2.

7. Royston Drenthe (Real Madrid, gelandang kiri)

Serupa dengan Miguel Palanca, Royston Drenthe pun sempat menebar ancaman ke gawang Victor Valdes pada laga El Clasicotahun 2008.

Namun pemain yang merupakan salah satu mantan wonderkid paling ampas di dunia tak memiliki karier yang bagus bersama Real Madrid.

8. Alex Song (Barcelona, gelandang tengah)

Mantan pemain Arsenal ini numpang menang setelah dimainkan sebagai pemain pengganti pada pertandingan El Clasicomusim 2013/2014 setelah Barcelona menaklukkan Real Madrid 2-1.

Alex Song juga pernah dimainkan di final Copa Del Rey tahun 2014 dimana Barcelona takluk dari Real Madrid lewat skor 1-2.

9. Pablo Garcia (Real Madrid, gelandang bertahan)

Permainan ampas Pablo Garcia yang tak bisa meredam serangan yang dilancarkan para pemain Barcelona menjadi salah satu penyebab utama kekalahan telak Real Madrid 0-3 di Santiago Bernabeu di musim 2005/2006.

Akibatnya, ia pun gagal bersaing dengan pemain Madrid lainnya, seperti David Beckham dan Thomas Gravesen.

Depan:

10. Klaas Jan Huntelaar (Real Madrid, Striker)

Nama Klaas Jan Huntelaar mulai bersinar saat masih memperkuat Ajax Amsterdam dan ia pun masih bisa diandalkan di timnas Belanda.

Tapi sinarnya redup tatkala bergabung dengan tim sekelas Real Madrid yang memang selalu menuntut pemainnya untuk selalu tampil sempurna.

Karena itu, tak ada yang bisa dilakukan Huntelaar ketika timnya dipecundangi Barcelona dengan skor mencolok, 2-6 di Santiago Bernabeu pada musim 2005/2006.

11. Maxi Lopez (Barcelona, Striker)

Di awal kariernya, Maxi Lopez begitu dipuja sebagai salah satu wonderkid paling berbakat pada masanya.

Namun namanya langsung tenggelam setelah tak mampu berbuat banyak di Barcelona, apalagi ketika timnya dipermalukan Real Madrid 2-4 pada El Clasico musim 2004/2005 di Santiago Bernabeu.