Legenda Afrika Selatan Kembangkan Bakat Muda Pribumi Lewat Hal Ini, Indonesia Wajib Tiru?

Quinton Fortune menggunakan koneksi Manchester United-nya untuk membantu bakat anak muda Afrika Selatan dalam mengembangkan bakat sepak bolanya dipentas dunia. Quinton Fortune, yang bermain untuk Setan Merah dan masih menjadi bagian dari staf pelatih mereka di tingkat remaja, telah membuat dampak besar dalam membantu mantan rekan setimnya Delron Buckley untuk membantu mengembangkan pemain akademinya.

Delron Buckley, yang memiliki akademi sepakbola di Afrika selatan, memberikan rincian lebih lanjut tentang bagaimana kesepakatan dengan klub raksasa Liga Premier terus berlanjut yang bertujuan memberi lebih banyak pemain muda dalam mengembangkan pemain pribumi asli Afrika Selatan.

Legenda Afrika Selatan Kembangkan Bakat Muda Pribumi Lewat Hal Ini, Indonesia Wajib Tiru?

“Mereka sekarang memberi kami dana untuk membawa anak-anak dari Afrika Selatan ke Manchester United, jelas untuk uji coba, dan pengetahuan lebih lanjut tentang sepak bola.” “Itu terjadi ketika saya mengunjungi Quinton Fortune karena dia seorang pelatih di sana. Kami menjelaskan apa yang saya lakukan di Afrika Selatan.

“Karena anak-anak lokal kami tidak mendapatkan peluang yang cukup, dan ketika saya melihat anak-anak di luar negeri, mereka punya segalanya untuk menjadi yang terbaik yang mereka miliki, saya menyadari negara kami membutuhkan hal yang sama dan itulah cara kami bekerja dengan mereka . “Kami seharusnya mengirim beberapa pemain sekarang, tetapi karena corona virus kami tidak bisa berbuat banyak. Tetapi segera setelah kami selesai, kami akan dapat mengirim pemain pertama kami ke Man United.”

Delron Buckley, yang menghabiskan sebagian besar karir bermainnya di Bundesliga Jerman, mengungkapkan dia juga dalam diskusi untuk mendapatkan lebih banyak mitra di seluruh dunia dan sedang dalam pembicaraan dengan mantan klubnya Borussia Dortmund untuk menjalin hubungan yang sama dengan hubungan bersama Man United.

“Kami sedang berkomunikasi dengan Borussia Dortmund,” ia menegaskan. “Kami belum bermitra dengan mereka, tetapi mereka ingin bertemu dengan kami. Ketika Bundesliga sudah mulai, kami mengobrol dengan orang-orang dari sana, tetapi saat ini kami sedang bekerja dengan Manchester United.”

Dari kisah diatas, para akademi klub sepak bola asli negeri kita (Indonesia) patut meniru apa yang dilakukan 2 bintang dunia dalam mengembangkan bakat pribumi lewat koneksi atau jaringan. mengapa saya berbicara demikian?. indonesia punya segalanya dalam menunjukkan kepada dunia bahwa bangsa kita bisa mentas dilevel dunia. bangsa pribumi kita punya kualitas setara negara Afrika Seletan yang kebanyakan sudah mentas di level Eropa. dulu ada Erik Thohir yang pernah menjadi bagian dari Inter Milan, seharusnya ini peluang bagus dalam mempromosikan pemain pribumi. ada Arthur Irawan yang pernah bersama Espanyol B. dan masih banyak lagi yang dari Belanda.

Untuk saat ini banyak pemain-pemain muda indonesia yang mempunyai kemampuan yang cukup baik. Seperti bagus kahfi, Brylian Aldama, Supriadi dan masih banyak lagi tentunya. Dari sejak dini lah kita segera mungkin untuk memfasilitasi para pemain muda tersebut sehingga bisa dilirik oleh pemantau bakat yang ada di eropa. Untuk saat ini yang sedang berlatih di eropa yakni Bagus Kahfi cs. Dan beredar kabar Bagus Kahfi sempat diminati oleh klub Eropa. Tapi sayang penampilannya tidak berjalan dengan mulus, karna Bagus Kahfi mengalami cedera, yang memaksanya harus menepi dari lapang sepakbola. Tapi yang sudah pasti membela klub eropa ada nama Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaiman dan semoga setiao tahunnya terus bertambah pemain Indonesia yang berkarir di kancah Eropa, agar sepakbola di Indonesia tidak dipandang sebelah mata lagi.