Man United Semakin Menggila Menghadapi Tuan Rumah

Pertandingan sengit antara Manchester United melawan Tottenham pada Minggu (11/04/2021) di Tottenham Hotspur Stadium akhirnya berakhir dengan skor 3-1. Kali ini team tuan rumah harus menerima kekalahannya cukup telak.

Pada awalnya memang team tamu harus tertinggal terlebih dulu, di mana Son Heung-min mampu membuat gol ancaman ke gawang team tamu. Namun, Setan Merah sebagai penantang tidak mau mengalah begitu saja.

Kebangkitan MU mampu memberi balasan dengan gol yang diciptakan oleh Fred, Edison Cavani, dan Mason. Hal tersebut membuat Tottenham masih memiliki poin 49 dan mendapatkan posisi ke-7 klasemen Premier League.

Pertarungan Sengit Dimulai dari Babak Pertama

Pertandingan yang sengit sudah berlangsung sejak awal pertandingan, bahkan Spurs memiliki peluang cukup bagus sampai dua kali secara beruntun. Akan tetapi masih gagal memperoleh angka karena pertahanan lawan cukup baik.

Dengan kegagalan tersebut, Tottenham mengalami sedikit penurunan performa permainan. Hal itu tentu tidak mau disia-siakan oleh team tamu, meskipun mengacam tetapi goal-goal belum juga tercipta bagi squad penantang.

Goal akhirnya mampu dicetak oleh Cavani yang diumpan Paul Pogba, namun goal tersebut ternyata tidak sah setelah ditinjau menggunakan VAR. Ternyata sebelum goal diciptakan, Son dilanggar oleh Scott McTominay.

Setelah itu justru Spurs mampu menciptakan satu goal hanya berselang menit kejadian, melalui usaha yang dilakukan oleh Harry Kane bekerja sama dengan Lucas Moura, di mana penuntas tersebut diselesaikan oleh Son.

Pertandingan masih berlangsung sangat sengit, serangan yang dilakukan secara beruntun itu tidak ada membuat goal tambahan dari kedua squad. Sampai berakhirnya babak pertama, skor hanya terhitung 1-0 saja.

Pembalasan Man United pada Babak Kedua

Setelah MU menyusun kembali taktik di kamar ganti, serangan-serangan yang dilakukan menjadi lebih intens. Pada saat ini Hugo Lloris mampu melakukan penyelamatan cemerlang dengan memutahkan tembakan Aaron Wan-Bissaka.

Tekanan terus dilancaran oleh Setan Merah sampai akhirnya skor menjadi imbang dengan kedudukan 1-1. Satu angkat diciptakan oleh Fred selang waktu berjalan 57 menit. Tentu saja membuat Spurs mengalami tekanan lebih.

Tembakan demi tembakan dilancaran oleh kedua team, namun kali ini kiper dari masing-masing team memperlihatkan kecekatannya. Pastinya kerja keras menjadi satu-satunya penentu untuk lebih unggul menciptakan angka-angka kemenangan.

Dalam keadaan ini pastinya Man United tidak mengendurkan serangannya sama sekali, bahkan semakin waktu bertambah pasukan MU semakin menggila. Tekanan ini semakin terasa team tamu, sehingga segala upaya perlu dilakukan.

Goal Penutup dari Team Tamu

Pada menit ke-73, Henderson menampilkan permainan yang cukup baik menjaga pertahanan dekat gawang, sehingga kiper nasional Inggris tersebut mampu memuntahkan tembakan kencang dari Kane dan angka gagal tercipta.

Selang waktu berjalan tiga menit Setan Merah menunjukkan kebengisan, hingga satu kembali tercipta melalui sundulan Cavani memaksimalkan umpanan Greenwood. Lloris gagal melakukan penyelamatan seperti waktu-waktu sebelumnya.

Segala upaya yang dilakukan Spurs ternyata tidak mampu menyamakan skor, sedangkan team tamu mampu mempertahankan skornya dan membawa kemenangan bagi Man United serta memberikan rasa sakit bagi tuan rumah.

Dengan kekalahan Tottenham, tentu menjadi PR besar mengapa kekalahan bisa terjadi di kandang sendiri, dan menyamakan kedudukan menjadi begitu berat. Kemungkinan MU pada tahun ini memang lebih ganas dari sebelumnya.

Dilihat dari pertandingan yang berlangsung Edison Cavani mendapatkan nilai plus, pasalnya ia menjadi pemain kunci membawa kemenangan bagi Man United. Upaya pemain tersebut untuk tingkat akurasi umpanannya sampai 86 persen.

Selain itu, banyak sentuhan bola dilakukan sampai sebanyak 40 kali. Wajar saja apabila banyak pendapat mengatakan saat pertandingan ini berlangsung, ia harus diapresiasi setinggi-setingginya sebagai pemain kunci.