Mantan Bos PSG: “Tinggalkan Messi Sendiri Agar Top Perfrom”

Mantan pelatih PSG, Luis Fernandez menjelaskan apa yang membuat Messi gagal bersinar di tim setelah lebih dari 6 bulan kepindahannya di Barcelona. Dia juga menganggap akan lebih baik jika PSG jual seluruh bintangnya jika ingin Messi top perform dan biarkan Messi berada di tim sendiri.

Lionel Messi mengalami start yang cukup buruk di musim ini. Bintang Argentina itu hanya bisa mencatatkan 2 gol di Ligue 1 sejak awal musim kemarin. Mantan pelatih PSG jelaskan kalau ini adalah situasi sulit, tetapi semua orang bisa melihat permainan yang berbeda di PSG.

Sang mantan pelatih tersebut juga menjelaskan kalau di Barcelona, Messi bermain dengan cepat dengan kontrol passing dan berlari. Sedangkan di PSG, Messi tampak memegang bola untuk waktu yang lama. Apalagi di tengah banyak bintang, Messi harus selalu unjuk gigi.

Tetapi ini juga yang akhirnya membuat performa Messi jika dibandingkan dengan saat ia berseragam Barcelona sangat berbeda. Berulang kali gagal penalti, gagal mengirimkan umpan matang, dan masih banyak lagi. Messi gagal bersinar di tim yang “dikuasai” Mbappe.

Performa Messi Tertutupi Oleh Banyak Bintang yang Dimiliki PSG

Luis Fernandez, mantan pelatih PSG tersebut juga memberi komentar kalau Messi sebenarnya bisa bermain bagus dan penuh ambisi. Tetapi pikirannya lebih berbeda dan dia bukan bintang utama di tim tersebut. Dia bukan menjadi seorang finisher dan ditargetkan cetak gol.

Messi ditempatkan di sebelah kanan dan banyak yang mengatakan Messi akan lebih cocok untuk menjadi orang yang berada di belakang striker, Attacking Midfielder. Di posisi ini nanti, sang mega bintang bisa menjadi sosok yang berbeda dan memainkan peran penting.

Jika dia ditempatkan di sisi kanan, maka sifat kreator yang Messi miliki akan tertutupi. Namun jika bermain di tengah, Messi bisa mencatatkan banyak assist dan bahkan gol. Mbappe di PSG lebih mendominasi dan menjadi target man untuk mencetak gol ketimbang lainnya.

Ketika Mbappe yang mendapat bola, maka sorotan hanya akan tertuju ke bintang 23 tahun itu. Sedangkan Messi gagal menerima sorotan. Belum lagi Neymar yang sudah kembali, ini bisa semakin membuat Messi terpuruk dan membuat pemain 34 tahun itu lebih redup.

Dalam musim reguler juga fans sudah menyaksikan permainan buruk yang ditampilkan oleh Messi di banyak pertandingan. Mbappe mendominasi seluruh tim dan Neymar juga lebih PSG andalkan untuk mengalirkan bola di sisi kiri penyerangan. Haruskah Messi ditinggal?

Messi Tidak Pernah Ingin Keluar dari Barcelona, Itu Sebabnya Performanya Menurun

Namun mantan legenda klub Barca menganggap ini bukan karena permainan tim, tetapi lebih ke kedekatan sekaligus chemistry yang sang bintang miliki ke tim barunya. Performa Messi bisa turun seperti saat ini karena masih belum menyatu dan tidak menerima faktanya.

Messi masih belum bisa mengakui kalau dia sudah meninggalkan Barcelona dan masih tidak menerima hal tersebut. Sehingga permainan yang dia jalani tampak berbeda di seragam dan badge klub yang berbeda juga. Terlebih Messi telah habiskan puluhan tahun di Catalunya.

Tentu saja bukan pekerjaan yang mudah untuk keluar dari Barca dan bergabung dengan tim yang penuh akan bintang. Situasi saat ini membuat PSG berulang kali mencoba memainkan strategi yang Messi suka, tetapi hingga saat ini belum membuahkan hasil yang positif.

PSG sedang kesulitan mengatur permainan tim yang berisikan bintang di semua posisi. Messi yang didatangkan di awal musim gagal bersinar juga dan cenderung tertutupi oleh performa bintang yang lain. Messi disarankan untuk ditinggal agar bisa kembali ke top perform.