Mimpi Steven Gerrard Membawa Rangers ke Liga Champions Pupus

Permainan Steven Gerrard pastinya sudah tidak diragukan lagi. Sejak memutuskan untuk gantung sepatu, banyak tim menawarkan posisi pelatih kepadanya. Dia memilih untuk melatih Rangers, namun masih belum bisa membawa tim asuhannya ke liga Champions.

Karir sepakbola Gerrard sangatlah bagus. Mantan pemain Liverpool ini melanjutkan karirnya di dunia sepakbola dengan melatih. Namun ternyata, karir kepelatihannya tidak semulus yang ia lakukan pada saat masih memiliki peran sebagai pemain sepakbola ternama.

Perjalanan kepelatihan Gerrard ada pada tim Rangers, dan sayangnya Gerrard memimpin 3 laga awal dengan semuanya berakhir kepada kekalahan. Hal ini lantas membuat berbagai spekulasi untuk pelatih ini apakah bisa memimpin tim Rangers dengan baik atau anjlok.

Namun, ia berhasil membuktikan kelayakannya setelah pertandingan tersebut. Namun, impian Gerrard untuk membawa Rangers ke liga champions sudah pasti gagal karena kekalahan yang anak asuhnya derita pada tanggal 11 Agustus semalam melawan Malmo.

Kekalahan Rangers dari Malmo Merupakan Kekalahan Memalukan

Bukan hanya mengakhiri impian Rangers untuk berkompetisi di liga Champions, namun ini juga merupakan kekalahan yang sangat memalukan. Pasalnya pertandingan ini merupakan lag kedua setelah sebelumnya mereka juga kalah di kandang Malmo.

Rangers tersingkir dari Liga Champions setelah Malmo bangkit dari ketinggalan untuk memastikan kemenangan agregat 4-2 atas Juara Skotlandia di babak ketiga play-off. Ini mungkin merupakan kata-kata yang tepat untuk menyimpulkan semua ini.

Kekalahan ini sangat memalukan karena Malmo bermain dengan 10 pemain saja semenjak Bonke Innocent, seorang pemain Malmo, keluar sebelum jeda pertama. Memanfaatkan keunggulan pemain, sebenarnya Rangers bisa membalikkan keadaan dari 1-2.

Pasalnya, dua gol dari striker Antonio Colak di awal babak kedua memberi Malmo kemenangan yang seharusnya mempermalukan pasukan Gerrard, yang harapannya untuk mencapai babak grup yang menguntungkan berakhir.

Dengan Innocent yang mendapatkan kartu kuning kedua oleh wasit Slavko Vincic akibat pelanggaran keras terhadap bek Gers Connor Goldon, tim asuhan Gerrard ini sebenarnya bisa membalikkan keadaan. Namun hasilnya sungguh diluar dugaan dan memalukan.

Steven Gerrard tidak mampu memberikan strategi yang tepat agar anak asuhnya bisa tampil lebih agresif lagi. Disisi lain, Malmo juga bertahan mati-matian untuk mempertahankan keunggulan tersebut. Akhirnya, Gerrard kehabisan inspirasi dan harapan sehingga kalah 1-2.

Kekalahan tersebut juga menambah catatan buruk dari mantan pemain tersebut. Padahal, tekanan pada saat menjadi pemain Liverpool tentunya lebih besar. Namun sayangnya, ia tidak bisa membawa anak asuhnya tampil lebih all out lagi agar bisa membuat keunggulan.

Kritikan Fans Terhadap Steven Gerrard

Kekalahan Rangers dari Malmo juga menambah tekanan dari Steven Gerrard setelah banyak fans yang memprotesnya. Penggemar Rangers telah mengkritik Steven Gerrard untuk rotasi besar yang dia buat untuk leg kedua babak kualifikasi ketiga Liga Champions.

Gerrard membuat kejutan pilihan sebelum kick-off, menunjuk Leon Balogun di starting XI-nya dengan tidak memasukkan Filip Helander yang satu posisi. Banyak yang melihat Helander sebagai mitra terbaik Goldson, pemain Swedia itu diharapkan untuk melawan klub lamanya.

Penggemar Rangers telah mengkritik Steven Gerrard karena panggilannya untuk memilih Bolagun daripada Helander. Kadang-kadang, Goldson tampak frustrasi dengan pengambilan keputusan Balogun dan tidak ada tingkat pemahaman yang sama di antara keduanya.

Apalagi ketika mengingat bahwa pertandingan Eropa sebelumnya Balogun adalah bencana melawan Slavia Praha pada bulan Maret. Banyak pendukung terkejut bahwa ia diberi kesempatan atas Helander sehingga fans mengkritik Gerrard di media sosial.

Dalam sepakbola, peran pelatih tidak dapat dikesampingkan. Meskipun diisi oleh pemain yang hebat-hebat, tanpa seorang pelatih yang bagus pastinya tidak bisa memberikan strategi pas. Ini juga berlaku untuk Gerrard yang kin perjalanannya ke liga champions telah usai.