New Normal - Sepakbola vs Pandemi Corona
New Normal Sepakbola saat Pandemi Corona

Teror virus corona semakin hari semakin menjadi-jadi memaksa setiap orang untuk beradaptasi, jika tidak tinggal menunggu saja tanggal mati. Kematian yang dimaksud disini tidak hanya menghantui manusia saja alias hilangnya roh dari dalam tubuh mereka. Lebih dari itu kematian disini juga menimpa segala sesuatu yang tidak bernyawa.

Sepakbola salah satunya, sektor olahraga terbesar di dunia ini dituntut juga beradaptasi dengan corona. Ada dua pilihan yang bisa diambil pertama berdiam diri dan menunggu hingga vaksin ditemukan atau terus digelar dengan mengambil resiko yang besar. Berbagai upaya dilakukan oleh petinggi-petinggi dunia sepakbola.

Nyatanya mereka lebih memilih mengambil resiko daripada menunggu dengan tidak berbuat apa-apa. Hal tersebut tentunya menjadi dilemma besar bagi semua orang, pasalnya pemasukan besar didapat dari penjualan tiket, atribut, iklan, yang semuanya itu berhubungan dengan banyak orang.

Aturan Baru Hadapi New Normal di Dunia Sepakbola

Keputusan besar terus didiskusikan, aturan demi aturan mulai direncanakan mulai dari aturan katering, media penyiaran, sesi foto tim, pergantian pemain, pertukaran maskot, jabat tangan, hingga aturan tentang protes dilapangan. Semua sektor harus dijaga ketat sesuai protocol kesehatan, tujuannya tak lain adalah untuk memastikan tidak ada penyebaran virus corona.

Aturan new normal sepakbola setebal 36 halaman akan terus digodok untuk memperketat keamanan. Urusan katering pemain hanya boleh dipegang oleh satu tim khusus masing-masing klub. Sponsor dilarang memberikan dukungan dalam bentuk barang terlebih saat pertandingan termasuk minuman, makanan, atribut, dan lain sebagainya.

Media penyiaran dibatasi dan dijaga ketat. Mereka tidak diperbolehkan memasuki lapangan dan hanya mengambil siaran dari jarak yang jauh. Sesi pemanasan sebelum pertandingan pun akan dilakukan secara terpisah dengan dua area lapangan yang berbeda. Semua ini dilakukan dengan tujuan mencoba menaati aturan jaga jarak.

Tak hanya itu semua pemain cadangan, pelatih, dan mereka yang menunggu diluar lapangan tidak diperbolehkan duduk bersebelahan. Semua yang masuk ke area stadion harus melalukan check up kesehatan lengkap terlebih dahulu termasuk lulus tes corona, harus mengisi kuisioner tentang gejala covid-19, dan harus lulus tes suhu badan.

New Normal - Sepakbola vs Pandemi Corona
New Normal Sepakbola saat Pandemi Corona

Ancaman Kartu Kuning untuk Pemain

Ada juga wacana yang hadir dari pihak pengadil lapangan atau wasit. Aturan baru yang tidak wajar untuk dilakukan ini menuai banyak kritik dan pertentangan. Pasalnya wacana aturan yang dicetuskan oleh Nicola Rizzoli dalam proposalnya berisi tentang larangan mendekati wasit pada saat pertandingan.

Dalam proposal tersebut berisi aturan jarak pengajuan protes kepada wasit. Jarak yang direncanakan adalah sekita 2 meter antara pemain dan wasit. Tak hanya itu, para pemain juga dilarang bergerombol saat melancarkan protesnya. Sehingga hanya kapten tim saja yang berhak maju untuk menyampaikan protes yang ada.

Memang terkesan sulit dilakukan pasalnya aturan ini sedikit banyak akan menghambat proses protes para pemain sepak bola yang biasa dilakukan secara keroyokan. Namun hal ini harus dilakukan mengingat pentingnya pencegahan corona. Bagi mereka yang melanggar ancaman kartu kuning lah yang akan didapatkan.

Rencananya aturan tersebut akan mulai diberlakukan pada pertandingan-pertandingan di seluruh Benua Eropa. Mulai dari liga-liga kecil hingga pertandingan besar lainnya. Rizzoli mengungkapkan bahwa para pemain tetap bisa melakukan protes ketika pertandingan berlangsung hanya saja tetap mematuhi semua tauran yang berlaku.

Pemain dapat berdialog dengan tenang, tetap menaruh hormat, berdiskusi antara dua orang saja bukannya keroyokan seperti sebelumnya. Dan yang paling penting menjaga jarang sesuai yang telah disepakati sebelumnya tambah Rizzoli yang dilansir dari Football Italia. Meski belum disetujui namun aturan ini berpeluang besar akan dilakukan apabila liga-liga Eropa mulai berlangsung lagi.

New Normal di Bursa Transfer Sepakbola

New normal dunia sepak bola lainnya datang dari bursa transfer pemain. Tidak bisa dipungkiri bahwa corona memakan habis sumber pemasukan klub-klub sepak bola. Bahkan klub besar seperti Barcelona, Juventus, Madrid, Liverpool, dan yang lainnya memutuskan untuk memangkas gaji para pemainnya.

Hal ini tentunya berefek pada bursa transfer pemain sepakbola. Diprediksi oleh Damien Comolli bahwa harga pemain akan menurun antara  30-50 persen. Bahkan untuk beberapa kasus transfer pemain top dunia akan batal atau ditunda karena ini. Misalnya saja transfer Kylian Mbappe, Neymar, atau Paul Pogba yang memiliki harga tinggi atau diatas 100 juta euro.

New normal ini justru berdampak positif bagi klub-klub kecil pasalnya mereka memiliki kesempatan untuk tetap memepertahankan pemainnya atau bahkan bisa mendapat pemain hebat dengan harga yang tidak terlalu tinggi. Semuanya karena dampak pandemic corona ini, kita semua berharap bahwa semuanya akan kembali normal seiring berjalannya waktu.