Peristiwa Mulut Ember di Bundesliga oleh Pemain Chelsea
Peristiwa Mulut Ember di Bundesliga oleh Pemain Chelsea

Liga Inggris akan kembali bergulir mulai minggu depan sehingga para tim akan mempersiapkan diri agar bisa memenangkan Liga Inggris tersebut. Bukan hanya persiapan dalam hal performa di lapangan, tapi juga mempersiapkan mental dengan baik sehingga dapat menunjang penampilan ketika berlaga di lapangan.

Tak terkecuali bagi tim kawakan Chelsea. Sebelumnya, Liga Inggris dihentikan sementara selama tiga bulan karena pandemi Covid-19 yang sedang menyerang hampir seluruh negara di dunia, termasuk di Eropa. Pasalnya, Liga Inggris akan dimulai kembali pada 17 Juni dan Chelsea yang berada di posisi keempat akan bertanding dengan Aston Villa.

Pertandingan ini tentu sudah membuat kita tidak sabar untuk melihatnya. Sisa pertandingan musim ini akan diselenggarakan tanpa adanya penggemar di dalam stadion, sama dengan Liga Spanyol dan Liga Jerman. Justru kondisi ini bisa menjadi daya tarik tersendiri karena penonton di rumah bisa mendengarkan suara-suara di atas lapangan dengan lebih jelas, seperti teriakan para pemain.

Hal ini tentu tidak bisa kita nikmati jika banyak penonton yang hadir. Kondisi tidak adanya penonton merupakan hal baru di dunia sepak bola sehingga segala sesuatunya harus disesuaikan dengan baik.

Termasuk tata cara komunikasi ketika berada di lapangan karena suara akan terdengar lebih jelas sehingga pemain harus lebih berhati-hati. Itulah mengapa Mason Mount memberikan pesan kepada para pemain agar tidak bermulut ember.

Isi Pesan Mason Mount

Bagi Anda yang mengikuti berita Liga Inggris, khususnya klub Chelsea, Anda pasti mengenal gelandang yang satu ini, yaitu Mason Mount. Berkaitan dengan diadakannya Liga Inggris Minggu depan, Mason Mount memberikan pesan kepada para pemain Chelsea agar mulutnya tidak ember.

Apa yang dimaksud mulut ember oleh Mason Mount? Mulut ember yang dimaksud di sini adalah kebiasaan memaki. Sebelumnya, kebiasaan ini mungkin tidak disadari oleh para penonton karena riuhnya suara penonton di studio sehingga suara-suara pemain tidak terdengar jelas.

Namun, karena kondisi stadion yang berbeda membuat mereka harus lebih berhati-hati agar tidak memaki saat bertanding. Mason Mount pun menganggap menarik atas kondisi tidak adanya penonton di stadion ini di mana mereka dapat mendengar segalanya dengan lebih jelas.

Di satu sisi, ia pikir itu akan baik-baik saja secara keseluruhan, namun tetap mereka harus lebih berhati-hati agar tidak menggunakan bahasa yang buruk karena masih ada penonton di rumah yang bisa mendengarnya. Pesan Mason Mount ini pun terlihat dari situs resmi Chelsea.

Ia menyadari betul pentingnya cara komunikasi di lapangan yang harus lebih berhati-hati selama tidak ada penonton di stadion, misalnya saat memberi tahu para pemain harus pergi ke mana atau harus melakukan apa pada bola. Semua itu harus diucapkan dengan kata yang baik.

Peristiwa Mulut Ember di Bundesliga oleh Pemain Chelsea
Peristiwa Mulut Ember di Bundesliga oleh Pemain Chelsea

Insiden Mulut Ember di Bundesliga

Sebelum memberikan pesan tersebut, peristiwa mulut ember sudah pernah terjadi, yaitu di Bundesliga. Mount telah menyaksikan beberapa pertandingan Bundesliga yang tidak dihadiri oleh para penonton di stadion dan ia menyadari betul apa yang terjadi saat itu.

Yang sebelumnya mereka terbiasa dengan kehadiran para penonton yang bersorak-sorak, sekarang mereka harus membiasakan diri untuk lebih berhati-hati. Insiden pada pertandingan Bundesliga terjadi ketika pemain Barcelona di Schalke, Jean-Clair Todibo memprovokasi bintang Borussia Dortmund Erling Haaland menjadi salah satu insiden mulut ember yang ditakutkan oleh Mount.

Insiden tersebut berakhir dengan kemenangan 4-0 BVB atas lawan satu daerahnya itu pada beberapa pekan silam. Meskipun pertandingan kali ini tidak dihadiri oleh penonton dan penggemar, tapi pemandangan suporter ‘virtual’ masih bisa dihadirkan dengan bantuan teknologi di TV.

Teknologi tersebut memungkinkan adanya yel-yel dan suara kerumunan yang didesain khusus untuk membuat suasana pertandingan tetap seru dan menyenangkan. Jadi, euforia pertandingan sepak bola masih bisa dirasakan oleh para pemain dan penonton di rumah.

Kondisi yang sekarang ini memang menuntut kita untuk bisa beradaptasi dengan segala protokol kesehatan, termasuk tidak membuat kerumunan banyak orang, seperti pertandingan sepak bola ini.

Jadi, tidak akan ada gemuruh penonton dalam setiap pertandingan untuk menaati peraturan yang ada dan pemain pun harus menyesuaikan dengan suasana baru ini, yaitu dengan berbicara secara hati-hati saat di lapangan.