Perjuangan Ahsan dan Hendra Melawan Tim Ganda Putra Taiwan

Pertandingan Olimpiade Tokyo 2020 cabang Badminton, berlangsung sengit antara ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan, dengan ganda putra Taiwan Lee Yang dan Wang Chi Lin.

Permainan yang berlangsung pada 30 Juli 2021 malam itu, merupakan akhir dari perjuangan Ahsan dan Hendra dalam memperebutkan medali emas. Dalam pertandingan yang berlangsung selama 27 menit itu, tim Indonesia berhasil dikalahkan dengan skor 11-21, 10-21.

Dengan begitu, kesempatan bagi the Daddies untuk mendapatkan medali emas gagal. Namun mereka masih bisa berjuang untuk mendapat medali perunggu, jika berhasil menduduki peringkat ketiga.

Meskipun gagal, namun masyarakat Indonesia tetap memberi semangat kepada mereka, sebab sudah berjuang hingga sejauh ini. Berikut kami akan membahas mengenai jalannya pertandingan, antara ganda putra Indonesia dengan Taiwan.

Tempo Permainan Berjalan Cukup Cepat

Pada gim pertama dimulai, Ahsan dan Hendra bermain dengan cukup baik bahkan bisa lebih unggul dari tim lawan. Tiga poin lebih unggul bagi Ahsan dan Hendra, sebab kesalahan yang dibuat oleh Lee Yang dan Wang Chi Lin.

Kedua tim terus saling kejar-mengejar poin, dengan tempo permainan yang begitu cepat. The Daddies sempat memberikan smash keras ke tim lawan, dan tidak dapat diatasi oleh Lee Yang dan Wang Chi Lin sehingga skor menjadi 5-3.

Tim Taiwan berhasil mengembalikan keadaan, agar bisa mengejar ketertinggalan skor mereka, dengan mengubah skor menjadi 5-5. Tempo berjalan cukup cepat, sehingga The Daddies juga terlihat kewalahan dan tertinggal beberapa poin dari tim lawan.

Hingga pada interval gim pertama, ganda putra Taiwan Lee/Wang lebih unggul 11-8. Mereka terus memberikan tekanan kepada Ahsan/Hendra, sehingga the Daddies tertinggal dengan selisih poin cukup jauh dan perolehan skor akhir gim pertama yaitu 21-11.

Gim pertama berlangsung dalam waktu cukup singkat, yaitu 13 menit. Setelah itu gim kedua dimulai, serangan dari Lee/Wang cukup sulit untuk ditangkap oleh Ahsan/Hendra, sehingga mereka tertinggal skor 3-5.

Karakter permainan yang dimiliki oleh ganda putra Taiwan, yaitu memberikan bla tengah-tengah dengan tempo cepat. Beberapa kali Lee Yang memberikan smash cukup keras dan tajam, yang sulit untuk dikembalikan oleh Ahsan/Hendra.

Hingga pada interval gim kedua, the Daddies hanya mampu mengejar skor 6-11. Meski tertinggal cukup jauh, mereka terus berusaha agar bisa mengalahkan tim lawan. Pertahanan Lee/Wang sulit untuk dibobol, hingga akhirnya mereka hanya bisa mendapat poin 10-21.

Dalam tempo permainan yang begitu cepat yaitu 14 menit, Ahsan/Hendra terus mempertahankan agar bola tetap on. Bahkan mereka sampai jatuh bangun, agar bisa mengembalikan bola ke tim lawan.

Berjuang untuk Memperebutkan Medali Perunggu

Dalam babak semifinal ini, baik Ahsan maupun Hendra memang kerap melakukan kesalahan-kesalahan yang sama, namun pencapaian yang bisa mereka lewati saat ini sudah cukup baik dan membanggakan bangsa Indonesia.

Tekanan yang diberikan Lee/Wang memang cukup berat, dan mereka mengakui bahwa Lee/Wang merupakan lawan yang tangguh dan sulit untuk dikalahkan.

Meski dinyatakan tidak berhasil untuk mendapatkan medali emas, namun mereka masih berkesempatan untuk mendapat medali perunggu, jika berhasil menduduki peringkat ketiga.

Kini mereka hanya menunggu siapa yang akan menjadi lawannya nanti, pertandingan antara Aaron Chia dan Soh Wooi Yik dari Malaysia melawan Li Junhui dan Liu Yuchen dari China.

Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan harus mempersiapkan kembali performa terbaik mereka, agar bisa bertanding pada 31 Juli 2021 nanti. Tentunya siapapun lawan yang akan mereka hadapi, mereka tetaplah kebanggaan bagi bangsa Indonesia.