Presiden FIFA Melihat Perbedaan Liga Sepak Bola Setelah Corona
Gianni Infantino

Corona virus atau yang lebih dikenal dengan nama COVID-19 sangat menampar wajah sepak bola dunia. Hingga Kamis (09/04/2020) hanya beberapa liga dalam hitungan jari yang masih melaksanakan pertandingan secara tertutup. Lebih banyak negara melalui otoritas sepak bolanya telah resmi memberlakukan penundaan terhadap perlagaan sepak bola.

Setiap negara tentu memiliki alasannya masing-masing untuk meneruskan ataupun tidak meneruskan laga sepak bola di wilayahnya. Namun, secara resmi FIFA telah mulai menggarap dan menerapkan beberapa peraturan terkait pandemik yang satu ini. Hal tersebut diantaranya membentuk kelompok kerja untuk pengawasan, dan kebijakan transfer pemain.

Perbedaan sepak bola sesudah wabah corona berakhir ini sesuai dengan yang dikatakan Presiden FIFA, Gianni Infantino pada Kongres Konfederasi Amerika Selatan (Conmebol). Melalui video konferensi video itu Infantino menjelaskan Sepak Bola bukanlah hal terpenting diatas kesehatan, dan mengajak semua insan sepak bola untuk belajar dari ini. Selain itu, hal-hal yang berubah sejak adanya corona adalah sebagai berikut.

Bursa Transfer Pemain

Sudah merupakan rahasia umum bahwa polemik kecil antar negara, klub, atau bahkan penggemar bisa menjadi sebab naik turunnya transfer pemain. Rumor tentang wabah corona yang akan memengaruhi nilai beli dan jual pemain sempat terlontar beberapa pekan lalu. Kini hal tersebut menjadi kenyataan.

Namun bukan jendela transfer pemain saja yang terganggu namun juga banderol harga pemain. Media seperti CNN mengungkapkan wabah ini membuat harga bintang sepak bola menjadi murah. Bahkan tidak ada transfer pemain yang memiliki nilai 100 juta Euro untuk Eropa. Hal ini tentu dikarenakan penurunan penghasilan seluruh tim sepak bola di dunia.

Penyebabnya tidak lain karena tim telah kehilangan pemasukan. Pemasukan yang berasal dari penjualan tiket utamanya telah hilang total, tidak ada sponsor masuk, dan tidak ada pertandingan. Satu-satunya penghasilan kini berasal dari hak siar televisi akan liga-liga yang tetap diselenggarakan tanpa penonton.

Perpanjangan Musim Sepak Bola

Ditundanya berbagai liga sepak bola di semua negara mau tidak mau membuat permainan yang dikelola oleh FIFA ini harus mengubah kalendernya. Berdasarkan informasi FIFA akan membuat kebijakan perpanjangan musim tanding bola. Sebelumnya tanpa corona musim akan dimulai pada Juni hingga September. Namun adanya corona membuat waktu perpanjangan bahkan belum jelas.

Sejumlah liga besar dalam benua seperti Copa Amerika bahkan bersedia memundurkan jadwalnya hingga tahun depan. Hal ini tentu sesuai dengan kedaan negara-negara disana yang baru akan memasuki diagram naik infeksi corona. FIFA bahkan membentuk tim khusus yang berguna untuk menganalisis keadaan dan merekomendasikan pertandingan ketika keadaan memungkinkan.

Presiden FIFA Melihat Perbedaan Liga Sepak Bola Setelah Corona
Gianni Infantino

Kebijakan Kontrak Pemain

Perpanjangan musim main sepak bola tentu akan berpengaruh pada sumber daya manusia yang ada di dalam sebuah klub. Seperti yang diketahui pemain dalam klub diikat oleh sebuah kontrak permainan dalam jangka waktu tertentu. Adanya wabah corona tentu tidak mungkin mengubah kesepatan kontrak dengan pemain.

Namun ternyata FIFA mengeluarkan kebijakan yang sangat membantu klub. Kebijakannya berupa izin perpanjangan kontrak pemain yang akan berakhir pada Juni 2020. Hal ini membuat setidaknya pemain yang telah dibeli oleh klub masih bisa ikut berkontribusi dalam mencetak kemenangan. Apalagi harga pemain itu tidak murah sebelum corona mewabah.

Gap Klub Besar dan Kecil

Gap seperti itu hampir kelihatan di seluruh negara di dunia. Tetapi gap antar klub paling terlihat di Eropa. Bagaimana tim sepak bola kecil digilas oleh kebesaran tim-tim favorit. Sekalipun memiliki pemain yang baik, tentu tidak akan bertahan lama sebab ada penawaran dari klub-klub besar yang menggiurkan.

Pelatih Everton, Carlo Ancelotti memperkirakan adanya wabah corona akan sedikit memberikan perbedaan terhadap gap ini. Karena hal seperti ini membuat klub besar mampu mengalami krisis gila-gilaan dimana tidak ada pemasukan dari manapun. Satu-satunya penghasilan dari siaran televisi pun tentu tak sebanding dengan kebutuhan klub.

Menyadari Pentingnya Kesehatan

Wabah yang satu ini juga akan turut memberi ingatan kepada sepak bola dunia tentang bagaimana pentingnya kesehatan. Tanpa kesehatan dan akses untuk itu semua sektor akan lumpuh bahkan sepak bola. Memang sebelumnya tidak ada yang mampu melumpuhkan sepak bola selain perang dunia pertama dan kedua.

Banyak juga liga sepak bola yang merasakan mampu tetap melaksanakan pertandingan secara normal akhirnya berhenti atau mengubah pertandingan menjadi tanpa penonton. Dalam liga Brazil, Gremio bahkan sempat melakukan protes keras dengan menggunakan masker selama pertandingan. Hal ini tentu menyadarkan bagaimana kesehatan ini sangatlah penting untuk dijaga.