Sarri Jengkel Dikaitkan dengan Rekor Buruk Jelang Final Coppa Italia
Sarri Jengkel Dikaitkan dengan Rekor Buruk Jelang Final Coppa Italia

Sebagai seorang pelatih, Sarri sering kali jengkel ketika mendengarkan penilaian dan anggapan buruk yang diberikan pihak tertentu mengenai dirinya. Seperti yang baru-baru ini terjadi, dirinya dikaitkan dengan rekor buruk yang pernah terjadi semasa dirinya menjadi pelatih di Italia.

Penilaian lain juga terus diberikan kepada dirinya, hingga pernyataan bahwa Sarri tidak layak menjadi pelatih dan terus memberikan gelar kekalahan kepada klub yang dibesutnya. Tidak berhenti disitu, menjelang final Coppa Italia dirinya kembali dihadapkan dengan pernyataan menyakitkan setara itu.

Pertandingan Juventus dengan Napoli di Stadio Olimpico, Roma, pada dini hari akan menjadi momen banyak orang yang ingin menggelabui tentang kualitas dirinya. Di sisi lain, waktu ini akan menjadi peluang besar bagi Sarri untuk membukti kemampuan diri yang sudah jauh lebih baik.

Ia juga hendak membuktikan bahwa pendapat yang disampaikan itu salah besar. Sarri juga bertekad untuk memberikan gelar pertama bagi Juventus yang termotivasi dari kegagalan sebelumnya di Piala Super. Namun, bukan berarti track record dirinya akan terus buruk sepanjang waktu.

Melihat Perjalanan Karir Sarri

Jika mengacu pada masa lalu dan catatan sejarah, terkadang anggapan yang diberikan kepada dirinya itu ada benarnya. Melihat Sarri sering gagal dalam memberikan trofi pada timnya, membuat dirinya kehilangan kepercayaan para fans. Tetapi, ia pernah memberikan gelar Liga Europa di musim lalu saat tanding melawan Chelsea.

Dirinya sempat menghabiskan selama tiga musim bersama Napoli hingga akhirnya tergabung dengan tim sekarang. Melihat dedikasi Sarri saat masih bersama tim ini, meski tidak mampu meraih Scudetto, namun pencapaian berhasil lainnya bisa dikatakan luar biasa.

“Saya cukup marah dan jengkel ketika dianggap tidak pernah memberikan penghargaan apapun untuk tim. Padahal saya cukup maksimal di beberapa musim dan tercatat berhasil memenangkan delapan promosi yang mungkin tidak mampu diwujudkan pelatih lain”, ungkapnya kesal.

Meski ini semua terlihat gampang untuk diperoleh bagi sebagian orang, namun nyatanya benar-benar tidak mudah. “Ini bukan hal kecil jika dibandingkan dengan Scudetto dan Liga Champions”, tambahnya saat diwawancarai oleh pihak media beberapa waktu lalu.

Sarri Ingin Fokusnya Tetap di Coppa Italia

Sarri mengaku tidak ingin fokusnya terpecahkan hanya gara-gara rekor buruk yang disampaikan oleh sebagian besar kalangan. Dirinya kini ingin memulai semua hal dari awal demi pencapaian yang diimpikan. Coppa Italia yang sudah didepan mata menjadi perhatian utama dirinya dan juga para pemain.

Baginya, mendapatkan kemenangan dengan membawa pulang trofi menjadi intensif utamanya. Gangguan dari luar hanya ingin menjatuhkan semangatnya dan juga sebagai bentuk peralihan topik demi citra timnya yang bisa menjadi buruk. “Kami ingin mengangkat piala dengan perasaan bahagia”, ungkapnya pada wawancara dengan media.

Kini, pelatih berusia 61 tahun ini terus memberikan arahan kepada para pemain untuk memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Di tengah pandemi, dirinya akan memaksimalkan proses latihan dan penyusunan strategi baru yang pastinya berbeda dari musim sebelumnya.

Sarri Jengkel Dikaitkan dengan Rekor Buruk Jelang Final Coppa Italia
Sarri Jengkel Dikaitkan dengan Rekor Buruk Jelang Final Coppa Italia

Sarri Bersama Timnya Akan Membawa Pulang Piala

Gelar akan menjadi saksi dan bukti atas jawaban dari kemenangan atas kompetensi yang sudah lama ditangguhkan. Mereka mengaku memiliki waktu selama 7 bulan untuk bermain yang pada akhirnya hanya 4 bulan maksimal dikarenakan kondisi pandemi yang terjadi.

Kini, Sarri bersama timnya hanya berusaha untuk mengeluarkan tambahan lebih banyak daripada biasa demi membawa pulang piala sebanyak mungkin. Untuk mencapai posisi final ini ternyata tidak mudah, namun Juventus berhasil melaluinya. Semua ini pastinya karena keberadaan Sarri juga, tidak hanya karena kerja sama tim pastinya.

“Kami sudah bekerja keras dan mengorbankan banyak hal untuk bisa sampai di posisi sekarang. Maka, sekarang sudah saatnya untuk memaksimalkan lagi usaha dan memberikan yang terbaik demi tim tercinta”, ungkapnya penuh harapan. Kemenangan memang tidak bisa memberikan kesimpulan yang pasti, namun hanya dengan ini proses pembuktian sebenarnya yang meyakinkan semua kalangan.

Ia dan timnya mengaku sudah mengacuhkan pendapat dan anggapan yang disampaikan oleh pihak manapun. Karena, sejatinya semakin tinggi posisi mereka telah berhasil membuktikan sudah sejauh mana Juventus membuktikan kehebatannya. Kita nantikan saja kemenangan yang akan diraih tim asuhnya dan membuktikan bahwa anggapan banyak pihak ini salah.