Serie A Tanpa Juara dan Degradasi Jika Liga Dihentikan

nonleaguezone.com – Terhentinya semua liga top Eropa akibat wabah virus Covid-19 nyatanya telah membuat beberapa keputusan terkait kompetisi liga. Salah satunya di Italia yang hingga kini belum ada kejelasan terkait jalanya liga. Dengan situasi yang seperti ini memang agak sulit memutuskan apakah liga dihentikan atau dilanjutkan.

Namun pada kenyataannya banyak klub Serie A yang memberikan suara bahwa jika liga dihentikan maka juara harus ditiadakan. Begitu juga dengan degradasi harus dihilangkan untuk menghormati setiap klub. Apalagi hingga kini Serie A masih menyisakan banyak sisa laga yang tentu bisa mengubah papan klasemen.

Seperti yang sudah diketahui bahwa pada Jum’at lalu (5/6), 20 klub Serie A melakukan pertemuan guna memberikan sikap terhadap keputusan FIGC. Federasi Sepak Bola Italia tersebut telah menyusun mekanisme terhadap liga baik jika akan dilanjutkan atau dihentikan karena terganggu oleh Covid-19.

Tanpa Juara dan Degradasi

Pertemuan yang dilakukan oleh 20 klub Serie A pada jum’at lalu akhirnya mengeluarkan keputusan bahwa Serie A musim ini tidak harus menobatkan juara dan mendegradasi klub. Pasalnya hingga kini belum ada satupun klub yang benar-benar mengunci gelar juara, maupun yang sudah pasti terdegradasi.

Sebanyak 16 klub telah menyepakati keputusan tersebut, sedangkan untuk 4 sisanya tidak memberikan komentar. Namun meski tidak memberikan suara, tentu saja akan tetap kalah suara dengan klub mayoritas. Namun sayangnya belum ada keterangan resmi klub mana saja yang masuk kedalam kelompok mayoritas dan minoritas.

Klasemen Serie A

Saat ini Serie A sudah memasuki pekan ke 26 dimana Juventus masih memuncaki klasemen dengan 63 poin. Hanya unggul 1 poin dari peringkat kedua Lazio setelah di pertandingan terakhir Lazio harus berbagi angka dengan lawanya. Situasi ini membuat perburuan gelar Scudetto masih sangat sengit.

Disisi lain, tim papan bawah juga masih memiliki kesempatan untuk terhindar dari degradasi. Terlebih lagi jarak poin antar klub juga tidak terlalu lebar sehingga masih terbuka peluang dari zona degradasi. Alasan ini menjadi dasar bagi 16 klub Serie A setuju untuk menentukan sikapnya.

Seperti yang sudah diketahui bahwa Serie A sudah dihentikan selama 3 bulan karena wabah Covid-19 yang semakin memburuk di Italia. Bahkan Italia menjadi negara Eropa dengan situasi pandemi terburuk dan ini menjadi sangat mengkhawatirkan. Apalagi beberapa pemain sepakbola Serie A juga banyak yang menjadi korban.

Federasi Sepakbola Italia sendiri rencananya akan memulai kompetisi liga pada 20 Juni mendatang jika situasi dianggap sudah aman. Namun tentu saja kesepakan dari 20 klub Serie A tersebut bisa menjadi pilihan alternatif yang bisa diambil. FIGC juga akan menyampaikan keputusan tersebut pada senin (8/6/2020).

Sisa Laga Serie A

Serie A masih menyisakan 12 laga sisa untuk mengakhiri kompetisi secara resmi pada musim ini. namun sepertinya jika keputusan pada senin (8/6/2020) menetapkan kompetisi liga harus berhenti, maka kemungkinan besar pada musim ini tidak ada seremonial juara Scudetto. Ini sesuai keputusan mayoritas klub Serie A.

FIGC juga memutuskan memperbolehkan 5 kali pergantian dalam 3 kesempatan pada sisa laga mendatang jika liga memang benar-benar dilanjutkan. Keputusan ini diambil dengan melihat peraturan terbaru yang memperbolehkan adanya 5 kali pergantian, namun pergantian tersebut hanya boleh dilakukan dalam 3 kali kesempatan.

Tanggapan Juventus

Sebagai pemuncak Serie A, Juventus adalah klub yang paling dirugikan jika kompetisi dihentikan dan tidak ada gelar juara. Namun siapa sangka bahwa Juventus menolak gelar juara jika liga harus berhenti. Ini pernah disampaikan pada Maret lalu dimana kala itu Presiden FIGC menawarkan opsi tersebut.

Diyakini bahwa Juventus juga akan tetap menolak gelar juara jika liga harus berhenti dan kemungkinan dalam klub mayoritas yang mendukung ditiadakannya juara dan degradasi, Juventus ikut dalam kelompok tersebut. Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan banyak hal seperti menghormati tim lain dan aksi solidaritas.

Namun semua spekulasi tersebut masih harus menunggu keputusan FIGC pada senin (8/6/2020). Tentu keputusan yang akan diambil pasti mempertimbangkan banyak kemungkinan dan kemungkinan paling besar ada pada musim ini Serie A tidak akan merayakan gelar juara ataupun mendegradasi klub di papan bawah.