Liverpool Team
Team Football Liverpool
Penggemar Liverpool mungkin mulai berpikir, apa yang terjadi jika kelak Jurgen Klopp meninggalkan jabatannya di Anfield? Setelah mengembalikan status The Reds sebagai raksasa Liga Inggris, bos asal Jerman itu tampaknya sudah memegang status sebagai legenda Liverpool.

 

Seiring dengan kontraknya yang baru berakhir pada tahun 2024, sepertinya Liverpool masih jauh dari masa-masa kritis. Namun, kondisi itu tidak menghentikan spekulasi yang muncul tentang siapa sosok potensial yang kelak bisa menjadi pengganti Klopp? Mantan kapten Liverpool, Steven Gerrard menjadi sosok favorit untuk menjawab pertanyaan ini.
Steven Gerrard
Steven Gerrard
Namun, manajer Rangers tersebut tampaknya memiliki pesaing untuk menjadi menajer Liverpool berikutnya. Reporter Athletic, James Pearce, adalah sosok yang memulai pembicaraan tentang siapa yang bisa menggantikan Klopp ketika saatnya tiba. Dia memberikan opsi antara Gerrard dan dua nama alternatif.

 

“Pep Lijnders adalah sosok yang sangat dihormati oleh pemilik Liverpool dan dia merupakan tokoh yang populer di klub,” kata Pearce, melansir Mirror. “Dia pasti akan menjadi bagian dari pembahasan (tentang pengganti Klopp). Jika karir Julian Nagelsmann terus menanjak dalam beberapa waktu ke depan, dia pasti akan menjadi opsi yang menarik juga.”

 

Lijnders menjadi sosok yang sangat kuat untuk menggantikan Klopp. Dia sedang memasuki tahun kedua kariernya di Liverpool, setelah Klopp menghubunginya secara khusus untuk memintanya kembali menjadi asistennya. Seiring dengan terus berkembangnya Liverpool bersama Klopp, maka transisi kepelatihan di bawah Lijnders bisa menjadi strategi yang paling mulus untuk melanjutkan kesuksesan mereka.

 

Sementara itu, Nagelsmann sedang mencuri perhatian di Bundesliga, terutama setelah mengambil alih Hoffenheim pada usia 27 tahun, hingga mengubah Red Bull Leipzig menjadi kekuatan nyata baik di kompetisi domestik maupun Eropa. Sekarang, di usianya yang memasuki 32 tahun, Nagelsmann menjadi pelatih termuda dalam sejarah yang memenangkan pertandingan fase gugur Liga Champions ketika timnya, Leipzig berhasil menyingkirkan Tottenham.

 

Sebelumnya, Klopp justru telah meminta Gerrard untuk mengambil peran itu (sebagai manajer Liverpool) ketika ia kelak meninggalkan klub. Klopp juga telah membimbing Gerrard dalam perjalanan manajerialnya.
“Jika kamu bertanya siapa yang harus mengikuti saya, maka saya akan mengatakan Stevie,” kata Klopp pada FourFourTwo. “Saya membantunya kapan pun selama saya bisa.”

 

Mengangkat Gerrard sebagai manajer bisa menjadi opsi yang disukai para pendukung Liverpool, tetapi Gerrard masih berada di awal karier kepelatihannya bersama Rangers. Pearce menambahkan, via Mirror, “Begitu banyak yang bisa berubah dalam waktu empat tahun. Saya masih berpikir Steven Gerrard ditakdirkan untuk menjadi manajer Liverpool dan dia pasti akan menjadi penantang yang kuat.
“Saya tahu bahwa penampilan Rangers belum terlalu bagus secara keseluruhan, tapi Gerrard melakukan pekerjaan dengan baik di Rangers. Dalam sepak bola, ini semua soal waktu.

 

“Saya ingin melihat Gerrard menikmati kesuksesan selama beberapa tahun ke depan, apakah itu di Ibrox atau di klub lain, dan kemudian dia berada dalam posisi di mana dia memiliki pengalaman yang cukup untuk menjadi penerus Klopp.”
Gerrard sendiri telah mengakui bahwa dia mungkin bukan pilihan ideal untuk mengisi posisi manajer Liverpool. “Saya mengerti bahwa nama saya muncul karena saya menjadi kapten Liverpool sangat lama dan sebagian suporter menginginkan saya untuk kembali ke klub,” kata Gerrard dalam wawancara dengan Daily Mail. “Namun, saya menyadari bahwa, pertama dan terutama, saya harus cukup baik untuk menjadi manajer Liverpool. Pemilik harus menganggap bahwa saya adalah sosok yang tepat.
“Katakanlah Klopp memenangkan Liga Inggris, Liga Champions, dan kemudian meninggalkan klub karena dia merasa sudah tidak sanggup melakukan apa-apa lagi. Mereka tidak akan memilih saya jika saya hanya kandidat terbaik ke-20.

 

“Saya pikir saya perlu mencicipi pengalaman di dua atau tiga klub lain. Jika saya mendapat kesempatan di Liverpool, maka saya ingin menjadi yang terbaik. Kamu tidak dapat merencanakan semuanya secara singkat. Jika dalam beberapa bulan terjadi banyak perubahan di klub, mungkin kamu akan kehilangan pekerjaan.

 

“Begitulah brutalnya pekerjaan (manajer) itu, tetapi kamu harus menyadarinya sebelum terjun ke dunia ini. Jurgen Klopp mengatakan padaku bahwa dia pernah membuat kesalahan selama dua tahun. Itulah yang saya lakukan di Liverpool dengan para pemain muda. Saya tidak pergi ke Rangers untuk berpikir bahwa saya akan menjadi pandai dalam seketika. Apakah saya siap untuk mengisi sebuah jabatan di Liverpool sekarang? Mungkin tidak.”