Simeone Tolak Jabat Tangan, Klopp: Tidak Masalah

Diego Simeone, pelatih Atletico Madrid memberikan sinyal kuat sebagai penolakan untuk berjabat tangan dengan Jurgen Klopp, bos Liverpool. Apa yang membuat Simeone menjadi seperti ini?

Sikap Simeone nampaknya mencuri perhatian publik ketika memilih tidak berjabat tangan dengan Klopp setelah duel kedua tim, Oktober lalu. Kala itu, pertandingan di Wanda Metropolitano berakhir dengan kemenangan Liverpool 2-3.

Atas sikap tersebut, Klopp menunjukkan reaksi keras, meskipun diakui sebenarnya hal itu bukan masalah sama sekali. Klopp tak terlalu mengambil hati atas gesture Simeone yang ditunjukkan kepadanya Oktober lalu.

Simeone Berikan Penjelasan: Tidak Suka Kepalsuan

Simeone mengindikasikan bahwa dirinya akan kembali mengulangi sikap enggan berjabat tangan, didasari perasaan tak suka. Hal itu disampaikannya menjelang duel antara dua tim pada 04/11/2021 di Anfield.

Dilansir dari The Sun, ia menjelaskan “Saya ulangi, saya sudah menjelaskan setelah pertandingan, saya tidak suka berjabat tangan. Hal itu membuat emosinya berbeda sesama pelatih.”

Simeone menambahkan, “Mungkin di Inggris hal seperti berjabat tangan adalah cara yang sopan, saya mengerti, namun saya tak menyukai itu karena terlihat palsu. Saya tidak suka menjadi palsu.”

Banjir Respek untuk Jurgen Klopp

Pelatih asal Argentina itu, mengatakan bahwa ia tetap menghormati Jurgen Klopp meskipun Simeone bersikeras tak mau berjabat tangan setelah pertandingan usai. Dirinya hanya tidak mau menjadi munafik.

Ucap Simeone, “Saya tak mengenal Klopp secara personal, saya tidak bisa berbicara macam-macam mengenai dirinya. Namun saya mengakui bahwa pekerjaannya sangat bagus, ia selalu melakukannya pada tim.”

Tambahnya, “Saya tak biasa memberikan opini mengenai lawan atau memberikan pujian, ada kodenya sendiri. Para pelatih seharusnya menghormati hal itu.” Penjelasan tersebut nampaknya melatarbelakangi sikap pelatih asal Argentina itu.

Akui Penyesalan setelah Pertandingan Usai

Aksi pelatih Atletico Madrid menuai kecaman dari berbagai pihak saat itu, kabar beredar ia memilih langsung pergi ke ruang ganti. Kondisi sedang panas dan tegang membuatnya enggan berlama-lama di lapangan.

Klopp menegaskan pendapatnya bahwa ia bisa memahami alasan pelatih lawannya melakukan hal itu, tepat usai laga Atletico vs Liverpool. Namun ia juga menyesali responnya saat laga baru selesai dipertandingkan.

Pada situs resmi Liverpool, Klopp menegaskan, “Bagaimana saya harus bersikap setelah pertandingan, jika saya tahu lebih awal jika ia tidak akan melakukan jabat tangan setelah laga. Rasanya tidak perlu melakukannya.”

Klopp menambahkan, “Kami berdua ketika itu sedang emosional, saya juga benar-benar tidak senang dengan hal tersebut. Tapi karena saya sudah mengetahui ia tidak akan melakukannya setelah pertandingan, rasanya bukan masalah.”

Lebih Penting Fokus pada Permainan

Pihak pelatih Liverpool akan tetap berjabat tangan dengan pelatih Atletico Madrid sebelum menjamu lawan di Anfield. Apabila setelahnya Simeone masih tidak mau bersalaman, maka hal tersebut takkan jadi masalah besar.

Jurgen Klopp berharap semua orang tidak mempermasalahkan mengenai kasus jabat tangan, melainkan lebih fokus pada permainan di lapangan saja. Tanpa mempermasalahkan hal diluar itu mungkin semuanya akan pulang dengan damai.

Makna Pertemuan Antara Kedua Tim

Liverpool dan Atletico Madrid kembali dipertemukan pada laga lanjutan matchday keempat Liga Champions, Kamis 04/11/2021 yang akan datang. Keseruan pertandingan tersebut akan digelar di Anfield, markas besar The Reds.

Selain perseteruan pelatih mereka, hal lain yang tak luput menjadi perhatian yaitu sosok Luis Suarez, akankah menjadi nostalgia. Suarez mengakui sangat bangga karena bisa bermain melawan Liverpool.

Sosok Luis Suarez merupakan salah satu pemain yang dicintai publik Anfield semenjak ia bergabung dengan Liverpool kala itu. Bahkan Suarez menegaskan dirinya seperti mimpi bisa bergabung dengan Liverpool.