Southgate Siap Disalahkan Jika Inggris Gagal di Piala Eropa

Piala Eropa 2020 yang ditunda akibat pandemi Covid-19 siap digelar pada pertengahan Juni mendatang. Masing-masing tim saat ini sudah mengumumkan daftar final pemain untuk squad mereka.

Termasuk timnas Inggris yang akhirnya sudah menentukan ke-26 pemain untuk merumput pada Piala Eropa 2020. Setelah sebelumnya Southgate sempat kebingungan untuk memilih nama-nama tersebut akibat banyaknya pilihan.

Timnas Inggris sendiri merupakan salah satu tim yang difavoritkan untuk memenangkan ajang ini. Selain itu para penggemar juga berharap penantian selama 55 tahun untuk piala liga besar bisa segera terwujud.

Terlebih Southgate sebelumnya mampu membawa Inggris menuju semi final Piala Dunia 2018 yang dilangsungkan di Rusia. Sehingga saat ini para penggemar tentu memiliki harapan lebih padanya.

Menjadi Semi Finalis Tidak Akan Cukup Bagi Timnas Inggris di Ajang Kali Ini

Selain telah menjadi semi finalis pada Piala Dunia 2018, ada alasan lain mengapa para penggemar memiliki harapan lebih. Alasan terbesar lainnya adalah karena Inggris akan banyak bermain di rumah sendiri.

Timnas Inggris akan banyak memainkan pertandingan mereka di Stadion Wembley. Sehingga jika terhenti pada babak semi final, bukanlah hasil yang cukup memuaskan bagi para penggemar.

Bahkan Inggris tidak mampu melaju pada babak lebih dari semi final, dapat dianggap sebuah kegagalan. Southgate memahami bahwa jika hal ini terjadi, semua tanggung jawab berada pada dirinya.

Namun Southgate cukup optimis dengan ekspektasi dan harapan para penggemar. Dia berpikir bahwa squad yang dipimpinnya saat ini cukup realistis untuk mencapai hasil lebih daripada semi final.

Southgate juga cukup percaya diri pada pemain-pemain yang termasuk di dalam squadnya. Ia juga berpikir bahwa para pemainnya saat ini dapat menunjukkan performa yang lebih baik ketika bertanding untuk timnas.

Southgate menilai bahwa beberapa pemain yang saat ini tergabung dalam squad Inggris sangat menarik untuk Inggris di saat ini dan masa depan. Ia mencontohkan nama seperti Jude Bellingham.

Southgate Hadir untuk Mewujudkan Harapan Para Penggemar

Tingginya ekspektasi dan juga harapan dari para penggemar tentu memberikan tekanan tersendiri bagi Southgate. Namun ia menilai justru di sanalah letak tantangan yang harus ia hadapi.

Namun sebagai seorang manajer, Southgate harus menerima ekspektasi dan harapan tersebut serta berusaha mewujudkannya. Itulah tugas seorang pelatih untuk mengelola ekspektasi para pemain dan penggemar.

Southgate juga menyatakan bahwa dirinya siap untuk memikul beban jika Inggris gagal dalam Piala Eropa 2020. Baik itu menang, seri ataupun kalah, Southgate akan bertanggung jawab penuh terhadap hasil tersebut.

Ia tidak akan berdalih dan menyalahkan para pemainnya terhadap hasil yang didapat timnas Inggris. Southgate sendiri mengatakan bahwa seorang pelatih yang menggantungkan penampilan pada para pemain tidak melakukan pekerjaannya.

Southgate selalu melihat pada dirinya terlebih dahulu jika tim yang diasuhnya mengalami kekalahan. Sehingga ia dapat melakukan introspeksi terhadap strategi dan keputusan yang diambilnya sebagai pelatih.

Dengan ke-26 pemain yang dimilikinya saat ini, ia optimis dapat memberikan permainan terbaik pada fase grup. Terlebih dalam empat tahun terakhir Inggris telah menunjukkan performa terbaiknya.

Sehingga saat ini mereka hanya perlu melakukannya kembali selama lima hingga enam minggu. Hingga akhirnya timnas Inggris mampu mewujudkan ekspektasi dan harapan para penggemar yang telah menanti selama 55 tahun.

Para penggemar Inggris tentu memiliki harapan besar pada timnas Inggris untuk mendapatkan hasil terbaik pada Piala Eropa 2020. Oleh karena itu, harapan ini menjadi tantangan tersendiri bagi Southgate selaku pelatih.

Namun Southgate optimis bahwa tim yang diasuhnya dapat mewujudkan harapan para penggemar. Selain itu ia juga akan bertanggung jawab secara penuh terhadap hasil pertandingan baik itu menang, seri ataupun kalah.