Terkapar di Olimpico Lawan Napoli, Juventus Berduka

Pertandingan yang berlangsung di Olimpico membawa nasib tak sedap untuk Juventus. Sepakan dua bintang eksekutor dari Juventus, Danilo dan Paulo Dybala berhasil dibendung oleh Alex Maret sang kiper Napoli. Gawang Juventus pun berhasil dijebol oleh 4 pemain dari Napoli.

Hal yang tengah menjadi perbincangan adalah Cristiano Ronaldo yang hanya mampu menembak sebuah gol yang mengarah ke gawang Napoli dari total 3 tembakan yang dilakukannya. Ronaldo nampak memble dan tak bersinar dalam laga kali ini.

Juventus yang tadinya selama 4 musim berturut-turut pada 2014, 2015, 2017, dan 2018 kini tak mampu memboyong trofi coppa Italia. Hal ini kian marak diperdebatkan dan banyak penilaian yang diarahkan ke Ronaldo selaku bintang sepakbola dunia itu.

Banyak yang mengaitkan kekalahan Juventus dengan peforma Ronaldo yang menurun dalam laga ini dan juga Sarri sang pelatih. Ronaldo telah main sebanyak 27 pertandingan di level klub selama ini, namun dedikasinya untuk Juventus kali ini berujung pada kekalahan dan kekecewaan.

Kesedihan Sang Pelatih Atas kekalahan Juventus

Usai Juventus kalah menghadapi Napoli pada pertandingan laga final Copa Italia, kamis dini hari (18/06/2020) di stadion Olimpia Roma, Maurizio Sarri mengaku tak berbicara kepada pemainnya. Pertandingan membuahkan hasil seri 0-0 dan berujung pada adu penalti.

Pertandingan dimenangkan setelah skuat Gennaro Gattuso menang dalam laga atas Juventus dengan skor 4-2. 4 bintang Napoli menyumbang gol dengan baik. Nasib kurang baik justru dialami Juventus pasalnya Paulo Dybala dan Danilo selaku dua penendang Juventus tak berhasil menendang bola ke gawang lawan.

Trofi Coppa Italia 2019 – 2020 pada akhirnya diraih oleh Napoli. Selaku pelatih Juventus, Maurizio Sarri mengalami kegagalan untuk pertandingan final. Dari total 5 laga final yang dimainkan, ia hanya mengantarkan Chelsea mengalahkan Arsenal dengan skor 4 – 1 pada liga Eropa 2018 – 20019.

Sedangkan untuk 4 laga final yang lain, Sarri mengalami kekalahan. Usai laga berakhir, tampaknya Sarri tak mampu menyembunyikan rasa kecewa nya itu. Saat berada di ruang ganti bahkan Sarri tak dapat lagi mengucapkan sepatah katapun kepada para anak didik nya.

Ia mengungkapkan bahwa dirinya pun sama seperti para pemain Juventus yang merasakan kekecewaan dan amarah atas kekalahan yang menimpa mereka. Ia mengutarakan bahwa yang terbaik dilakukan dalam kondisi tersebut adalah diam, dan dirinya akan angkat bicara jika sudah stabil.

Terkapar di Olimpico Lawan Napoli, Juventus Berduka

Sarri Dinilai Langganan Kalah dalam Final

Sarri menyatakan bahwa ketajaman pemain Juventus yang minim adalah penyebab kekalahan mereka, tak terkecuali sang mega bintang Juventus Cristiano Ronaldo. Bahkan di laga sebelumnya, pada babak semifinal melawan AC Milan, tak ada gol yang dicetak oleh Juventus.

Sarri ungkap bahwa ronaldo kurang tajam dalam melakukan yang seharusnya terbaik untuk dirinya. Selain itu, kebugaran pemain yang kurang juga dieluhkan oleh sang pelatih. Ia menyadari kekecewaan fans, klub dan juga pemain, namun tak ada hal lebih yang bisa dilakukan.

Penguasaan bola memang dimiliki, namun ketidakmampuan mengubah hal itu sebagai peluang menembus gawng lawan adalah karena pemain yang kurang tajam. Sarri memang telah menjadi pelatih dari 1991. hingga sekarang menaungi para pemain dari negeri pizza, Juventus.

Banyak sekali yang menyayangkan akan kegagalan Juventus padahal tim ini dinilai berpotensi sangat kuat untuk menang. Berbagai ujaran pun mencuat ditujukan untuk Sarri. Meskipun ia terkenal sebagai pelatih dengan ciri khas filusufi permainan revolusioner, namun setiap kali di laga final perfoma nya menurun.

Ia bahkan juga sering dipercaya untuk mengasuh klub – klub papan atas. Statistik kegagalan Sarri untuk babak final dimulai dari musim 2012 – 2013 pada final di play off seri B. selanjutnya ia kalah mengasuh Empoli untuk bisa dipromosikan menuju serie A liga Itali.

Kegagalan kembali ia alami di tahun 2018 – 2019 dalam final piala Liga Inggris. Tak hanya itu, lewat adu penalti, Chelsea berhasil dikalahkan Manchastr City dengan skor 3 – 4. kegagalannya tiap laga final, membawa kekecewaan mendalam untuk dirinya.

Nasib Juventus kali ini kurang beruntung dan menyisakan pengalaman menyedihkan bagi pemain dan sang pelatih. Entah apa yang terjadi pada juventus, kali ini terlihat mlempem. namun pelatih legendaris sepertinya telah berdedikasi dalam dunia sepak bola.