Tim Bulutangkis Indonesia Lebih Baik, Media China Kesal

Menjelang Olimpiade Tokyo, situs badmintonbites melakukan voting menentukan negara mana yang paling kuat dan lebih baik. Menurut hasil tersebut menempatkan Jepang sebagai paling kuat hampir merata di berbagai sektor.

Mulai dari tunggal Putra dengan Kento Momota yang berperingkat 1 dunia. Kemudian, tunggal putri ada Akane Yamaguchi dan Nozomumi Okuhara. Beralih ke Ganda Putra, Hiruyuki Endo dan Yuta Watanabe.

Selanjutnya, kekuatan utama Jepang di Ganda puteri yang mulai luntur di mana tiga pasangan mereka memang ada di 10 besar. Sayangnya, dominasi tersebut harus berkurang setelah kehadiran Korea Selatan.

Kemudian, ada Ganda Campuran yang diwakili oleh Yuta Watanabe dan Arisa Higashino Beranjak diperingkat kedua ada Indonesia. Di mana mereka paling kuat untuk sektor Ganda Putra dan campuran.

Posisinya agak menarik karena, China sendiri berada di peringkat ketiga. Hanya minus di Ganda Putra saja, karena pasangan Liu Yuchen/Li Junhui performanya masih jauh di bawah rata-rata pemain kelas dunia.

Media China Geram dengan Hasil Tersebut

Sebenarnya, kurang tepat Indonesia berada di tingkat. Karena, kekuatan negeri panda tersebut bisa dikatakan cukup merata. Lalu, apa alasan kuat Voting tersebut memenangkan Indonesia? Apakah ini hanya politik?

Jawabannya tidak, coba dikupas mulai tunggal putra lebih dulu. Tiongkok punya Chen Long serta Si Yuqhi sayangnya, keduanya tidak terlalu perkasa. Masih kalah dengan Viktor Axelxen dan Andres Antonsen.

Bagaimana dengan Ginting dan Jojo? Dari segi statistik pertandingan ternyata dua pemain ini sedikit lebih unggul. Untuk tunggal putri tidak perlu ada pembahasan lebih lanjut karena, semua orang paham.

Bagaimana kondisi dari Tunggal Putri Indonesia, yang belum bisa bangkit sampai sekarang. hal ini juga berpengaruh ke sektor Ganda Putra. Indonesia memang tidak ada obat dengan menempatkan 3 wakil.

Semuanya masuk 10 besar menariknya 2 teratas milik merah putih. Dari berbagai hasil pertandingan pertemuan melawan Twin Tower juga berlangsung tanpa kendala untuk meraih kemenangan. Jadi, lanjut saja ke Ganda Putri.

Greysia/Apriyani ternyata hampir seimbang bila harus bertempur dengan chen Qincheng/Jia Yifan. walau peringkat dari Tiongkok lebih unggul. Begitu pula Ganda Campuran, kondisinya tidak jauh berbeda.

Walaupun, posisi 2 besar menjadi milik mereka. Head to Head ini membuktikan selisih 2% dari voting membuat rasa percaya diri Indonesia harusnya lebih tinggi. Tetapi, jangan sombong agar tidak kalah.

Mental Pemain Indonesia Lebih Teruji

Hasil voting ini dinilai oleh media China sebagai tanda alarm bahaya. Karena, merah putih sudah bisa melupakan kejadian memalukan di London. Dengan kesakitan tersebut bisa jadi kekuatan tambahan.

Bila dilihat dari papan nama pemain yang ada. Kemungkinan, China kalah dengan skor 2-3, penentu kemenangan ada di 3 sektor yaitu ganda campuran, putri dan tunggal putra. Karena peluangnya sama.

Dari sini Media China kelabakan dan memperingatkan tim bulutangkis negaranya untuk waspada dan jangan lengah atau lemah. Bisa saja olimpiade nanti semua kejutan akan terjadi. Apalagi, Tim Tiongkok belum bertanding.

Mereka harus beradaptasi merasakan atmosfer yang sangat berbeda dengan dulu. Tidak ada penonton di lapangan sampai sistem juga mungkin hampir berbeda. Bila kesepakatan perubahan angka disetujui untuk peserta sidang.

Dengan susunan pemain yang sekarang rasanya wajar kalau media China sudah mulai khawatir. Kesempatan membawa pulang banyak gelar jadi hilang bila mereka tidak siap untuk segala kosekuensinya.

Layak untuk dinantikan bagaimana aksi dari pebulutangkis Tiongkok untuk bisa meraih pertandingan perdananya di ajang internasional. Apakah voting tersebut benar atau ada keajaiban lain akan didapatkan?