Tren Buruk Liverpool Terus Berlanjut Dipekan ke-25 Liga Inggris

Tren buruk Liverpool masih menghantui sang pelatih pada game week 25 liga inggris minggu dini hari waktu Indonesia barat. Liga Inggris musim lalu selayaknya memang menjadi milik klub asal Marseyside merah ini karena hampir tidak terkalahkan meski akhirnya bisa dipatahkan oleh salah satu tim papan bawah waktu itu yaitu Watford.

Namun hal tersebut tidak berlaku pada musim 2020/2021 untuk Barclays Premier League. Mereka meski diawal musim mengalami kemenangan beruntun bahkan tidak terkalahkan akhirnya harus menelan beberapa rentetan kekalahan sampai pada pecan 25. Awal mula tren negatif ini ketika mereka menang besar 7-0 atas Crystal Palace pertengahan Desember silam.

Setelah itu tren buruk Liverpool sebagai tim juara Liga musim 2019/2020 ini sulit untuk meraih kemenangan meski dikandang mereka sendiri yang terkenal sangat angker. Mulai dari ditahan imbang West Brom dan Newcastle, kemudian dikalahkan oleh Southampton dan terakhir dalam derby panas tim sekota dengan Everton mereka juga kesulitan mencetak gol serta harus mengakui kemenangan tim sekota tersebut.

Banyak sekali faktor yang mempengaruhi performa anak asuhan Jurgen Klopp ini. Diantaranya badai cidera setelah derbi Marseyside tahun 2020 dikandang Everton terutama yang menimpa pemain bertahan andalan mereka Virgil Van Dijk. Ketidak hadirannya dibeberapa laga memang sangat terasa untuk performa tim sehingga sang nahkoda harus memutar otak rotasi beberapa pemainnya.

Kelemahan Lini Belakang Liverpool Masih Berlanjut

Pada laga kontra Everton Minggu dini hari waktu Indonesia tren buruk Liverpool ini masih berlanjut dan bahkan dari segi permainan mudah sekali ditebak. Meskipun secara Ball Possesion unggul jauh, namun efektivitas nampaknya masih milik sang Marseyside Biru. Beberapa kali serangan balik mereka dapat mengancam lini pertahanan yang digalang oleh Henderson dan kawan-kawan.

Baru berjalan tidak sampai tiga menit, akhirnya kelemahan barisan pertahanan mereka bisa dimanfaatkan oleh sang lawan. Melalui serangan balik umpan terobosan oleh salah satu pemain Everton berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh striker andalan mereka asal Brazil yaitu Richalison. Ia berhasil lolos dari jebakan offside dan menceploskan bola kegawang Alison Becker.

Tren buruk Liverpool ini kelihatannya juga semakin panjang karena sang kapten Jordan Henderson kembali harus ditarik keluar lapangan karena mengalami cedera. Sehingga bisa dikatakan bahwa akan menambah rentetan pemain Liverpool yang mengalami masalah pada cedera. Babak pertama belum usai namun ia harus menepi terlebih dahulu.

Dari situ juga menjadi salah satu faktor gagalnya Liverpool meraih kemenangan pada derbi minggu dini hari. Lini depan serta tengah yang seolah-olah mengalami kebuntuan dalam penyerangan membuat pemain belakang terlena sehingga pada babak kedua mereka kecolongan kembali gol melalui serangan cepat Everton dan menghasilkan penalti.

Petaka Dimenit Akhir Babak Kedua

Saat serangan-serangan Everton sangat efektif mereka bisa memanfaatkan kelengahan lini belakang Liverpool sehingga tercipta peluang dimenit 80 yang berbuah penalty bagi si Biru. Pemain tengah mereka Sigurdsson berhasil memperdaya kipper Brazil yaitu Alison dalam pertarungan satu lawan satu melalui penalti sehingga tren buruk Liverpool terus berlanjut.

Sampai pada peluit panjang dibunyikan, Marseyside Merah gagal mengejar ketertinggalan yang mengharuskan mereka mengakui keunggulan sang lawan bebuyutan satu kota tersebut. Dengan hasil ini menambah rentetan kekalahan di Anfield menjadi 4 kali kekalahan berturut-turut dari Manchester City, Leicester, Brighton dan yang terakhir Everton membuat tren buruk Liverpool menjadi sorotan banyak publik.